Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ekshumasi dan Prarekon Kematian Wartawan, LBH Medan: Kuat Dugaan Dibunuh

Juli Rambe • Minggu, 28 September 2025 | 18:00 WIB
PRA REKONTRUKSI: Polsek Medan Baru saat melakukan pra rekontruksi kematian wartawan Nicolas Saragih. (Dok: iatimewa for Sumut Pos)
PRA REKONTRUKSI: Polsek Medan Baru saat melakukan pra rekontruksi kematian wartawan Nicolas Saragih. (Dok: iatimewa for Sumut Pos)

 

MEDAN, SUMUT POS- Kepolisian telah melakukan ekshumasi dan pra rekontruksi atas kasus kematian wartawan Nicolas Saragih, yang ditemukan meninggal di kamar kosnya. 

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, menduga Nico tewas karena dibunuh. 

“Kami sebagai lembaga yang fokus terhadap penegakan hukum dan HAM, sekaligus kuasa hukum keluarga korban menduga kuat jika kematian Nico Saragih merupakan tindak pidana pembunuhan,” ujar Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, Sabtu (27/9/2025).

Menurutnya, jika seseorang terjatuh di kamar mandi secara logis tidak mungkin memiliki luka di bagian tubuh yang berbeda-beda. Kata dia, di tubuh Nico ditemukan luka di bagian kepala, dagu, tangan dan lainnya.

“Oleh karena itu, hasil dari autopsi dan pemeriksaan yang objektif, profesional dan mendalam yang akan menjawab penyebab kematian Nico,” katanya.

Polsek Medan Baru sendiri telah menggelar pra rekonstruksi kasus kematian Nico, pada Kamis (25/9) lalu. 

Rekonstruksi dilakukan diempat lokasi, yakni di warung milik Niko di Jalan Nibung Raya, diskotek Super di Jalan Nibung Baru, di kamar kos- kosannya tempat Niko ditemukan tewas dan disalah satu praktik bidan disamping kos-kosannya.

Dalam pra rekonstruksi tersebut, dihadiri keluarga Niko dan para saksi, termasuk teman perempuannya berinisial I.

Untuk itu, katanya, dia meminta Kapolda Sumut dan Kapolsek Medan Baru mengusut tuntas kasus ini dengan profesional, transparan dan akuntabel. 

"Menjamin perlindungan hukum bagi wartawan/jurnalis di Sumatera Utara dari segala bentuk ancaman dan kekerasan," pungkasnya. (man/ram) 

 

 

 

Editor : Juli Rambe
#Prarekon nicholas saragih #Wartawan diduga dibunuh