Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Polisi Buru Pelaku Begal Kakek Nenek Pemulung di Tanjung Morawa

Johan Panjaitan • Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:40 WIB
Personel Polsek Tanjung Morawa datangi rumah korban. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Personel Polsek Tanjung Morawa datangi rumah korban. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com-Polsek Tanjung Morawa menurunkan personelnya untuk memburu pelaku begal kakek nenek pemulung di dekat Jembatan Jalan Bambu penghubung Desa Limau Manis dengan Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, Jum ' at (10/10/2025).

Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik SH menjelaskan, pihaknya memerintahkan personilnya untuk segera melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi terkait kejadian pembegalan terhadap korban.

" Anggota sudah saya perintahkan melakukan penyelidikan dengan menyelidiki kasus ini. Rumah korban juga sudah didatangi untuk menggali informasi daeri korban seputar kejadian. Mohon doa dan dukungan untuk kita mengungkap kasus ini," ucap Kapolsek, Selasa (14/10/2025).

Disebutkan komplotan pelaku begal merampok sepasang suami istri lansia Kakek Buang dan Nenek Inem yang keseharian bekerja sebagai pemulung barang bekas atau tukang cari botot. Sepeda motor korban dibawa kabur begal setelah mengancam korban dengan celurit.

Korban adalah warga Jalan Limau Manis Gang Futsal, Pasar 13 Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.

Kedua Lansia ini hanya bisa menangis kalau teringat peristiwa pembegalan yang mereka alami. Tak menyangka mereka yang sudah tua renta dan miskin juga dirampok oleh para begal. Sepeda motor Honda Beat BK 4674 MAZ yang dipakai untuk mencari makan tiap hari kini dibawa kabur begal.

" Saya sudah mohon mohon sama begal itu, jangan diambil sepeda motor saya, ini buat kerja cari makan, kakek udah tua tapi begal itu tak perduli dia bilang yang penting kami dapet. Sini keretamu daripada tak potong lehermu," ucap Kek Buang menirukan ucapan begal yang menempelkan sajam ke lehernya.

Kakek Buang mengatakan ia dan istrinya awalnya mau cari botot berangkat dari rumah pukul 4.30 wib subuh, tepat di jembatan pondok bambu yang menghubung kan Bandar Labuhan dengan Desa Limau Manis mereka dicegat tiga orang begal bawa senjata tajam celurit dan sepeda motornya dirampas paksa.

" Kami mau berangkat cari botot ke Bandar labuhan bawah, pas lewat jembatan pondok bambu, Kereta ku ditunjang dari belakang oleh tiga orang anak muda. leherku dikalungkan celurit mereka minta kereta diserahkan, kalau tidak leherku digoroknya. Aku kayak mimpi tapi meski minta tolong mereka tetap maksa," ucap Kakek Buang.

Kakek Buang dan istrinya Nek Inem masih trauma akibat kejadian itu. Sejak kejadian pembegalan Jum' at (10/10) dinihari kemarin, Kakek Buang tak berani keluar rumah ia masih trauma dengan kejadian itu. (btr/han)

Editor : Johan Panjaitan
#polsek tanjung morawa #begal #pemulung