MEDAN, SUMUT POS- Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melaksanakan kunjungan kerja ke Mapolsek Muara Batang Gadis, Polres Mandailingnatal (Madina), Senin (22/12).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat pasca peristiwa pengerusakan dan pembakaran Mapolsek oleh oknum masyarakat, sekaligus untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal serta situasi kamtibmas tetap kondusif.
Kapolda Whisnu tiba di Mapolsek Muara Batang Gadis, Madina sekira Pukul 10.50 WIB dan langsung meninjau kondisi bangunan serta sarana prasarana yang terdampak. Sejak pagi hari, personel Polres Madina bersama personel Satbrimob Polda Sumut, unsur TNI dan masyarakat setempat telah bergotong royong melakukan pembersihan dan perbaikan awal sebagai wujud sinergi serta kebersamaan dalam pemulihan pascakejadian.
Dalam kunjungan tersebut, Whisnu didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut, Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh serta Bupati Madina H Saipullah Nasution. Hadir pula unsur Forkopimda, Forkopimca, perangkat desa, perwakilan DPRD Kabupaten Mandailing Natal, serta tokoh dan perwakilan masyarakat Desa Singkuang I dan II.
Sekira pukul 11.00 WIB, ia menggelar pertemuan dialogis dengan tokoh masyarakat dan perwakilan warga Desa Singkuang I dan II. Dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan, Whisnu menegaskan, bahwa kehadiran Polri dan TNI semata-mata untuk memberikan rasa aman, nyaman, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Kedatangan kami ke sini adalah untuk menenangkan masyarakat pascakejadian, memastikan keamanan tetap terjaga, serta menegaskan bahwa Polri hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat," katanya.
Pihaknya juga menekankan komitmen Polda Sumut dan Polres Madina dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Mandailing Natal, khususnya Kecamatan Muara Batang Gadis.
Dijelaskannya, bahwa penindakan terhadap tindak pidana narkotika terus dilakukan secara serius, termasuk penangkapan terduga pelaku yang saat ini telah diamankan dan akan dihadirkan di Muara Batang Gadis, Madina.
“Polsek Muara Batang Gadis akan segera kembali beroperasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami juga menurunkan personel BKO Polda Sumut guna mempercepat perbaikan dan pemulihan Mapolsek serta memberikan dukungan kepada personel yang terdampak," jelasnya.
Whisnu menegaskan, bahwa Polri tidak akan menolerir keterlibatan siapapun dalam peredaran narkoba. "Apabila terdapat dugaan keterlibatan oknum personel Polri, Polda Sumut akan melakukan pendalaman secara profesional melalui fungsi Paminal dan Itwasda," tegasnya.
Whusnu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, serta tidak mengulangi tindakan anarkis yang dapat merugikan semua pihak. "Keberhasilan pemberantasan narkoba membutuhkan peran aktif dan dukungan masyarakat," tandasnya.
Sementara itu, Bupati Madina, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan tegas yang dilakukan Polri. Ia berharap peristiwa pengerusakan dan pembakaran Mapolsek tidak kembali terulang.
“Kehadiran Polsek Muara Batang Gadis sangat penting bagi masyarakat dalam memberikan rasa aman dan menegakkan hukum. Penangkapan kembali terduga pengedar narkoba menunjukkan keseriusan Polri dalam memberantas narkoba di wilayah ini,” ungkap Bupati.
Bupati Madina, H Saipullah Nasution juga menyampaikan, bahwa pihaknya bersama Kapolres Madina telah membentuk Tim Pemberantasan Narkoba sebagai bentuk komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkotika di Kabupaten Madina.
Tokoh agama setempat, Sammir Tanjung menyampaikan harapannya, agar peristiwa pembakaran dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi pelajaran bersama.
Ia menekankan, pentingnya pemberantasan narkoba secara tuntas, khususnya di Desa Singkuang I dan II, demi masa depan generasi muda.
Sekira pukul 12.10 WIB, Kapolda Whisnu beserta rombongan meninggalkan Kecamatan Muara Batang Gadis. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, serta diharapkan menjadi titik awal penguatan kembali kepercayaan dan sinergi antara Polri dan masyarakat. (dwi/ram)
Editor : Juli Rambe