TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com-Aksi pencurian sepeda motor kian meresahkan warga Kota Tebing Tinggi. Dalam beberapa waktu terakhir, kasus kehilangan kendaraan roda dua dilaporkan meningkat, dengan sepeda motor jenis Honda Scoopy menjadi sasaran utama pelaku.
Kejadian terbaru menimpa seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Sri Padang, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Jumat (17/4/2026). Aksi pelaku berlangsung nekat di siang hari, tepatnya sekitar pukul 13.30 WIB saat suasana lengang di jam istirahat.
Sepeda motor milik korban, Zhillan Zholiila, yang terparkir di halaman puskesmas, raib digondol pelaku. Aksi tersebut bahkan terekam kamera CCTV, memperlihatkan pelaku memanfaatkan situasi sepi untuk melancarkan aksinya dengan cepat.
Baca Juga: Polres Labuhanbatu Rotasi Jabatan, Wakapolres hingga Tiga Kapolsek Resmi Berganti
Korban baru menyadari kehilangan sekitar pukul 15.00 WIB usai jam istirahat berakhir. Tanpa menunggu lama, ia langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Rambutan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah rekaman CCTV diamankan dan saksi-saksi di sekitar lokasi turut dimintai keterangan guna mengungkap identitas pelaku.
Berdasarkan data yang dihimpun, sepeda motor yang hilang berwarna biru, merah, dan putih dengan nomor polisi BM 6358 ABW. Kendaraan tersebut merupakan alat transportasi utama korban dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai tenaga kesehatan. Kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta.
“Padahal saat jam istirahat kami berada di dalam. Biasanya juga dipantau dari ruang CCTV, tapi saat itu tidak terlihat,” ungkap korban.
Kepala Puskesmas Sri Padang, Rahmayani Lubis, mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Ia menyebut, selama dirinya bertugas, insiden serupa belum pernah terjadi di lingkungan puskesmas.
Baca Juga: Diduga Depresi Ditinggal Kekasih, Pemuda di Galang Ditemukan Tewas Gantung Diri
“Ini yang pertama kali. Kami baru menyadarinya setelah melihat rekaman CCTV saat hendak kembali bekerja,” ujarnya.
Dari rekaman tersebut, pelaku diduga telah lebih dahulu mengamati situasi sekitar sebelum beraksi. Pola ini memperkuat dugaan bahwa pencurian dilakukan secara terencana dengan memanfaatkan celah pengawasan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus curanmor di wilayah tersebut, sekaligus menjadi alarm bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, kendaraan jenis Scoopy belakangan kerap menjadi incaran.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan