Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Afgan Rayakan 18 Tahun Karier Lewat Konser Megah dan Penuh Cerita Personal

Johan Panjaitan • Kamis, 14 Mei 2026 | 10:00 WIB
Afgan. (ambisius)
Afgan. (ambisius)

 
JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com– Delapan belas tahun lalu, lagu Terima Kasih Cinta memperkenalkan nama Afgan ke industri musik Indonesia. Dengan karakter vokal lembut, kacamata khas, dan lesung pipi yang mudah dikenali, Afgan perlahan tumbuh menjadi salah satu penyanyi pop paling konsisten di generasinya.

Sejak itu, sederet lagu hit lahir dari perjalanan musikalnya. Mulai dari Bukan Cinta Biasa, Wajahmu Mengalihkan Duniaku, Dia Dia Dia, hingga Panah Asmara. Tidak hanya di pasar domestik, Afgan juga memperluas eksplorasi musiknya lewat lagu-lagu berbahasa Inggris seperti Say I’m Sorry dan Shallow Water.

Kini, setelah hampir dua dekade berkarier, Afgan memilih berhenti sejenak untuk menoleh ke belakang. Perjalanan panjang itu akan dirayakan melalui konser bertajuk Afgan Retrospektif: The Concert yang digelar pada 18 Juli mendatang di Jakarta International Convention Center.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo di Ambang Dobel Trofi Bersama Al-Nassr

Bagi Afgan, kata “retrospektif” bukan sekadar nama album terbaru atau konsep pertunjukan. Lebih dari itu, konser ini menjadi ruang refleksi tentang bagaimana dirinya bertumbuh sebagai musisi dan manusia.

“Setelah 18 tahun, secara musik dan penampilan, saya lebih dewasa dalam nulis lagu. Pas tampil juga saya udah mulai bisa lebih luwes dan rileks, lebih banyak interaksi sama penonton,” ujar Afgan dalam jumpa pers di Senayan, Rabu (13/5).

Konser tersebut akan menjadi perjalanan musikal yang merangkum hampir seluruh fase karier Afgan. Sekitar 30 lagu disiapkan untuk dibawakan dalam berbagai format, mulai dari versi penuh, medley, mash-up, hingga kolaborasi bersama tiga bintang tamu spesial yang masih dirahasiakan.

Namun, konser itu tidak hanya berbicara soal lagu-lagu populer. Afgan ingin membawa penonton masuk lebih jauh ke sisi personal kehidupannya. Melalui visual dan video keseharian, ia mencoba memperlihatkan perjalanan di balik panggung yang selama ini jarang terlihat publik.

“Konser ini seperti membaca buku jurnal Afgan,” katanya.

Baca Juga: Thailand Open 2026, Ginting Masih Kesulitan Menembus Tembok Elite Dunia

Penyanyi berusia 36 tahun itu bahkan berencana kembali memakai kacamata saat membawakan lagu Kacamata, sebagai simbol nostalgia perjalanan awal kariernya.

Untuk menghadirkan nuansa megah dan emosional, Afgan kembali menggandeng Erwin Gutawa beserta orkestranya. Kolaborasi keduanya sebelumnya sukses dalam konser Dari Hati pada 2015.

Menurut Erwin, karakter vokal Afgan memiliki kekuatan emosional yang semakin terasa ketika dipadukan dengan musik orkestra.

“Emosi dan perasaannya akan lebih kuat dengan musik yang megah,” ujar Erwin.

Meski demikian, tampil bersama orkestra menghadirkan tantangan tersendiri bagi Afgan. Ia harus menyesuaikan teknik bernyanyi dengan detail aransemen musik yang lebih kompleks dan presisi.

“Napas sih yang sulit, karena Om Erwin bilang saya harus nyanyi sesuai iringan musik. Detail-detail itu yang bakal kasih magic di performa saya,” ungkapnya.

Tantangan lain muncul ketika lagu-lagu R&B dan elektronik miliknya harus diadaptasi ke dalam format orkestra. Genre tersebut dinilai tidak selalu mudah dipadukan dengan pendekatan musik simfonik yang identik dengan pop dan balada.

Namun Afgan justru melihat tantangan itu sebagai bagian dari eksplorasi musikal yang ingin ia hadirkan dalam konser retrospektifnya.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.000, Subsidi BBM Membengkak di Tengah Tekanan Global

“Saya ingin orkestra karena pas nanya ke fans di Instagram, mereka maunya dengan orkestra,” tuturnya.

Lewat konser ini, Afgan bukan hanya merayakan panjangnya perjalanan karier. Ia juga sedang merangkum proses bertumbuh, perubahan, dan kedewasaan yang membentuk dirinya selama 18 tahun berada di panggung musik Indonesia.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#konser #afgab #erwin gutawa #karier