JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Perjalanan panjang Gracelyn Jessica Christie akhirnya berbuah manis. Penyanyi muda asal Semarang yang kini dikenal dengan nama panggung Celyna Grace resmi keluar sebagai juara Indonesian Idol XIV pada grand final yang digelar di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (26/5) dini hari.
Kemenangan itu terasa emosional bagi Celyna. Setelah dua kali gagal menembus panggung spektakuler di musim sebelumnya, perempuan 18 tahun tersebut justru berhasil menuntaskan mimpinya di musim ke-14 dan membawa pulang gelar juara.
“Aduh, rasanya nggak percaya, kayak mimpi. Aku kira bakal berhenti di awal-awal,” ujar Celyna usai diumumkan sebagai pemenang oleh Robby Purba dan Enzy Storia.
Kemenangan Celyna sekaligus menjadi bukti bahwa proses dan kegigihan mampu mengalahkan kegagalan. Sebelum menjadi jawara Indonesian Idol XIV, ia sempat mengikuti ajang yang sama pada musim IX tahun 2017 dan musim XIII tahun 2024. Namun, langkahnya kala itu selalu terhenti sebelum babak utama.
Baca Juga: 38 Peserta SNBT 2026 Kena Blacklist karena Pakai Joki, Mayoritas Incar Fakultas Kedokteran
Dorongan sang ibu menjadi alasan utama Celyna kembali mencoba peruntungan. Keputusan itu kini berubah menjadi titik balik besar dalam hidup dan karier musiknya.
“Dulu pas ikut sudah yakin lolos, ternyata belum waktunya. Sekarang setelah didorong mami buat ikut lagi, Tuhan ternyata punya rencana lain,” katanya.
Nama Celyna sendiri sebenarnya sudah lebih dulu dikenal di dunia kompetisi vokal internasional. Pada 2023, ia berhasil menjuarai ajang i-Sing World di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun Indonesian Idol menjadi panggung terbesar yang benar-benar mengangkat namanya ke industri musik nasional.
Seiring kemenangannya, Celyna langsung memperkenalkan karya orisinal bertajuk Sumpah Mati yang dirilis sehari sebelum grand final. Lagu tersebut digarap musisi dan komposer Andi Rianto dengan sentuhan pop balada yang disesuaikan dengan karakter vokalnya yang lembut dan emosional.
“Aku minta Mas Andi ada nuansa piano di awal lagu supaya terasa pop Indonesia banget,” ujarnya.
Selama berkompetisi di Indonesian Idol XIV, Celyna mengaku banyak belajar memahami karakter suara, eksplorasi genre musik, hingga cara membangun emosi dalam sebuah lagu. Pengalaman itu menjadi modal penting untuk menapaki industri musik profesional.
Baca Juga: Penyaluran KUR Tembus Rp112 Triliun, Omzet UMKM Diklaim Naik 34 Persen
“Aku jadi tahu lagu yang cocok buat aku dan belajar memberi rasa saat menyanyi. Mudah-mudahan karya aku nanti bisa diterima publik,” katanya.
Atas kemenangan tersebut, Celyna berhak membawa pulang hadiah uang tunai Rp150 juta dan satu unit mobil. Namun di balik euforia kemenangan, ia mengaku hanya ingin menikmati waktu bersama keluarga dan teman-temannya setelah berbulan-bulan menjalani kompetisi ketat.
“Mau jalan-jalan sama mami-papi, makan bareng keluarga, ketemu teman-teman, pokoknya mau senang-senang dulu seperti anak seusiaku,” tuturnya sambil tersenyum.
Sementara itu, posisi runner-up diraih Niki Becker (22), penyanyi berlatar pendidikan musik dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Meski gagal menjadi juara, Niki tetap bersyukur atas pencapaiannya hingga babak final.
Niki juga merilis lagu Sumpah Mati versi aransemennya sendiri dengan sentuhan musik gospel yang menjadi ciri khas vokalnya.
“Aku minta ada nuansa gospel supaya identitas musikku tetap terasa,” ujar pelantun lagu Dia Ada tersebut.
Baca Juga: Satresnarkoba Polres Palas Gulung Pengedar Sabu di Sungai Korang, Sita Sabudan Uang Transaksi
Tak ingin berhenti hanya sebagai finalis ajang pencarian bakat, Niki telah menyiapkan langkah serius untuk karier bermusiknya. Hadiah uang tunai Rp100 juta yang diperolehnya sebagian akan digunakan untuk belajar produksi musik dan menciptakan karya sendiri.
“Aku mau belajar bikin lagu sendiri karena berkarya juga butuh modal,” katanya.
Indonesian Idol XIV tak hanya melahirkan juara baru, tetapi juga membuka lembaran baru bagi dua talenta muda yang kini siap bersaing di industri musik Indonesia.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan