POLANDIA, Sumutpos.jawapos.com – Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng menapaki salah satu tahapan paling krusial dalam ajang Miss Supranational 2026. Pada sesi preliminary evaluation yang berlangsung di Nowy Sącz, Polandia, Selasa (28/7), Agnes tampil percaya diri di hadapan dewan juri bersama 66 finalis dari berbagai negara.
Preliminary evaluation menjadi penilaian penting yang akan menentukan siapa saja yang berhak melaju ke babak 24 besar pada malam final yang dijadwalkan berlangsung 31 Juli waktu Polandia atau 1 Agustus dini hari WIB.
Dalam sesi pembuka, Agnes tampil elegan mengenakan one-piece swimwear hitam beraksen putih yang dipadukan dengan cape putih, menghadirkan kesan sederhana namun anggun.
Sementara pada sesi gaun malam, perempuan berdarah Jawa-Bali itu mencuri perhatian melalui balutan gaun kristal dan sequin berwarna emas rancangan Hian Tjen. Siluet halter dengan potongan high slit dipadukan aksesori berupa perhiasan dan tusuk konde emas karya Rinaldy A. Yunardi, menghasilkan penampilan mewah yang tetap merepresentasikan karakter perempuan Indonesia.
Agnes mengungkapkan bahwa penampilannya merupakan hasil persiapan panjang bersama tim Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu.
"Saya bersyukur karena untuk busana, saya dibantu oleh tim Yayasan Puteri Indonesia, Mustika Ratu, dan para desainer berbakat. Kami menjalani puluhan kali meeting dan fitting demi memberikan penampilan terbaik sekaligus menunjukkan bahwa desainer Indonesia memiliki karya yang luar biasa," ujarnya.
Tak hanya mengandalkan penampilan di atas panggung, Agnes juga membawa kekayaan budaya Nusantara melalui kategori Supra Talent.
Dalam video yang dipersiapkan khusus untuk kompetisi tersebut, ia menampilkan tiga kemampuan sekaligus, yakni menyanyi, menari, dan seni bela diri.
Penampilan diawali dengan tarian yang diiringi lagu tradisional Gundul-Gundul Pacul dari Jawa dan Janger dari Bali. Koreografi yang memadukan gerakan tradisional dan modern itu dirancang oleh Angga Arisnanta, sebagai simbol perjalanan hidup Agnes yang sarat dengan keberagaman budaya.
Angga menjelaskan konsep pertunjukan mengusung tema 3B: Blora, Bali, dan Banten.
Tema tersebut dipilih karena mencerminkan perjalanan hidup Agnes, yang lahir di Blora, Jawa Tengah, kemudian tumbuh besar di Bali sejak sekolah dasar hingga menengah atas, dan kini berdomisili di Banten sekaligus mewakili provinsi tersebut pada ajang Puteri Indonesia.
Baca Juga: Kaki Bengkak karena Diabetes, Ini Cara Mengatasinya
"Penampilan ini merupakan hasil brainstorming antara Agnes dan tim. Kami ingin mengangkat identitas budaya yang benar-benar melekat dalam perjalanan hidupnya," ujar Angga.
Selain tari dan vokal, tim juga memasukkan unsur seni bela diri untuk memberikan dinamika pertunjukan sekaligus memperlihatkan sisi ketangguhan seorang Agnes.
Menurut Angga, seluruh persiapan dilakukan hanya dalam empat kali sesi latihan yang berjalan efektif.
Sementara itu, Arsha selaku music director mengaransemen musik dengan memadukan instrumen tradisional Jawa, Bali, dan Banten bersama sentuhan beat modern agar tetap relevan di panggung internasional.
Baca Juga: Dari Off-Road ke Mobilitas Urban, Mitsubishi Tunjukkan Evolusi di GIIAS 2026
Ia mengaku terkejut dengan kualitas vokal Agnes selama proses rekaman.
"Suara Agnes ternyata sangat bagus. Dia benar-benar berbakat menjadi penyanyi. Proses rekamannya selesai kurang dari dua jam dan hampir tidak membutuhkan banyak penyuntingan vokal. Kami hanya memberikan sedikit arahan saat proses rekaman," ungkap Arsha.
Dengan memadukan keanggunan, talenta, dan kekayaan budaya Indonesia, Agnes Rahajeng kini berharap mampu melangkah lebih jauh di Miss Supranational 2026 serta membawa nama Indonesia bersaing di jajaran kontestan terbaik dunia.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan