JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Cinta seperti belum benar-benar meninggalkan Dian Sastro. Karakter yang melekat kuat pada perjalanan kariernya melalui Ada Apa Dengan Cinta? (AADC?) itu kembali diperankan Dian dalam sebuah film pendek.
Setelah hadir dalam AADC?, AADC? 2, hingga spin-off Milly & Mamet, Dian kembali menghidupkan karakter Cinta dalam film pendek berjudul Bahasa Cinta Yang Beda.
Film karya sutradara Teddy Soeria Atmadja tersebut diunggah produk penyedap rasa Royco melalui kanal YouTube Royco Indonesia, Senin (14/9) malam.
Kali ini, Cinta hadir bukan sebagai perempuan yang sedang mencari cinta, melainkan sebagai seorang istri yang telah menjalani bahtera rumah tangga bersama Rangga selama satu dekade.
Baca Juga: PBB-P2 Capai Rp27 Miliar, Kontribusi Dua Perusahaan Raksasa Ini Bikin Pemkab Langkat Angkat Jempol
Rangga, karakter yang dalam film layar lebar diperankan Nicholas Saputra, kembali digambarkan sebagai sosok minim kata-kata. Kondisi itu membuat Cinta mulai bertanya-tanya mengenai bahasa cinta yang tepat dalam hubungan mereka.
Kebingungan tersebut kemudian diceritakan Cinta kepada Milly, yang kembali diperankan Sissy Priscillia. Dari percakapan itu, Cinta mulai menemukan cara lain untuk mengungkapkan perasaannya kepada sang suami: melalui masakan.
Bagi Dian, kesempatan kembali mengenakan karakter Cinta menghadirkan perasaan campur aduk. Ia mengaku terharu sekaligus terkejut ketika mendapat tawaran tersebut.
“Aku terharu dan kaget banget pas ditawarin. Ternyata antusiasmenya juga besar, sama kayak dulu. Dan aku juga nggak sabar mau membagikan chapter baru Cinta dan Rangga,” kata Dian dalam jumpa pers beberapa waktu lalu.
Menurut Dian, Cinta bukan karakter yang berhenti pada satu fase. Seiring perubahan hubungan dan perjalanan waktu, karakter tersebut ikut tumbuh dan menghadapi persoalan yang berbeda.
Baca Juga: Polri Peduli, Wakapolres Tebingtinggi Sambangi Warga Kurang Mampu
Hal itu pula yang coba ditampilkan dalam Bahasa Cinta Yang Beda. Jika dahulu Cinta dan Rangga masih berada dalam fase romantisme masa pacaran, kini keduanya berhadapan dengan dinamika cinta dalam hubungan yang lebih dewasa.
“Dulu di AADC? kita lihat mereka pacaran. Cinta dikirimi puisi, berbunga-bunga. Sekarang gimana? Nggak bisa gitu lagi, dicarilah bahasa cinta yang beda,” papar Dian.
Pengembangan karakter tersebut, lanjut Dian, tetap dilakukan dengan mempertahankan identitas Cinta dan Rangga yang telah dikenal penonton.
Penulis skenario Bahasa Cinta Yang Beda, Titien Wattimena, disebut telah berdiskusi dengan produser AADC?, Mira Lesmana dan Riri Riza. Proses tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan sekaligus orisinalitas karakter.
“Mbak Tinut (sapaan akrab Titien, Red) berhasil menjahit dan mengembangkan karakter dari AADC?,” ujar Dian.
Lebih dari sekadar menghadirkan kembali karakter ikonik, film pendek tersebut juga menjadi ruang bagi Dian untuk mengajak penonton melihat kembali makna cinta.
Menurutnya, ungkapan kasih sayang tidak harus hadir dalam bentuk yang besar dan tidak selalu menunggu momen khusus seperti Hari Kasih Sayang atau ulang tahun pernikahan.
“Kita semua perlu melihat lagi apa bahasa cinta masing-masing, yang personal dan nyambung sama orang-orang yang kita sayangi,” jelas Dian.
Baca Juga: KUR BNI Pematangsiantar Dorong Industri Mesin Kopi Lokal Naik Kelas
Meski kisah dalam film pendek tersebut berangkat dari hubungan romantis antara Cinta dan Rangga, Dian berharap pesan yang dibawa bisa dimaknai lebih luas.
Baginya, bahasa cinta tidak hanya berlaku untuk pasangan. Kasih sayang dapat disampaikan kepada siapa pun yang memiliki tempat penting dalam kehidupan.
“Nggak mesti ke pasangan, bisa juga ke anak, orang tua, teman, siapapun,” pungkas Dian.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan