Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Solusi Beternak Ayam Rumahan Di Lingkungan Padat Penduduk, Jamin Tidak Bau

Redaksi • Jumat, 22 Agustus 2025 | 11:00 WIB
Beternak ayam (facebook Hanz Garden)
Beternak ayam (facebook Hanz Garden)

 

SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Akan jadi bisik-bisik tetangga ketika Anda yang tinggal di lingkungan padat penduduk tiba-tiba memelihara ayam di rumah.

Alasan utamanya tak lain karena bau dari kotoran ayam ikut menyebar ke rumah tetangga. Artikel ini akan menjelaskan solusi bagaimana beternak ayam yang tidak berbau.

Hal ini tentu patut dipertimbangkan. Jangan sampai kebahagiaan Anda melihat ayam yang tumbuh berkembang, panen telur namun menuai cacian dan kecaman tetangga sebelah rumah.

Membangun suasana ternak ayam yang nyaman bagi ayam dan penghuni rumah sendiri juga ada triknya.

Dilansir dari Youtube Peternak Muda, ada cara membangun ternak ayam tanpa bau yang tidak mengganggu lingkungan. Bahkan ayam pun merasa nyaman.

Ide beternak seperti ini cocok dicontoh bagi Anda yang ingin beternak ayam skala rumahan namun tinggal di lingkungan padat penduduk.

Karena salah satu kendala beternak ayam adalah risiko lingkungan bau karena kotoran ayam. Hal ini tentu saja sangat menganggu.

Untuk menghindari bau kandang hal yang bisa dilakukan adalah menabur sekam pada alas kandang.

Sekam jangan sampai menipis didalam kandang. Maka agar selalu dilakukan penebalan sekam.

Setiap dua bulan sekam harus ditabur dengan yang baru. Sekam dicampur dengan kapur Dolomit yang berguna untuk mengurai kotoran ayam agar kandang tidak berbau.

Kapur dolomit berguna untuk mengatur PH tanah hingga kotoran ayam yang bercampur sekam akan terurai secara alami hingga kandang tidak mengeluarkan bau.

Saat memelihara ayam yang perlu diperhatikan adalah pastikan ayam tidak mengganggu ketentraman tetangga.

Pada umumnya ada 3 sistem perkandangan yang bisa dilakukan, yaitu kandang REN, kedua sistem postal dan ke tiga sistem baterai.

Namun di Indonesia sistem perkandangan yang biasa digunakan adalah sistem ternak terbuka. Kandang ini adalah tidak beratap, atau hanya beratap sebagian kecil saja. Ayam dibiarkan lepas meskipun dikelilingi pagar.

Kandang ayam terbuka

Sementara kandang postal adalah kandang tertutup tanpa sekat. Namun alasnya diberi sekam padi. Hal ini untuk mengurangi aroma bau dari kotoran ayam. Kandang seperti ini cocok untuk jenis ayam potong.

Ketiga adalah ayam baterai. Kandang ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Bisa dibuat dengan bentuk bertingkat. Setiap ayam memiliki satu ruang yang telah disekat.

Bentuk kandang ini pun dibuat miring ke bawah agar memudahkan telur ayam bergelinding ke bawah. Kandang ini memang sering digunakan untuk jenis ayam petelur.

Beternak ayam petelur bisa menjadi salah satu solusi orang yang ingin beternak ayam namun lahannya sempit.

Kandang ayam baterai ini mudah dirawat maka sangat cocok untuk orang sibuk yang ingin beternak ayam.

Kandang baterai pun mudah ditemaptkan di mana saja. Bahkan di halaman rumah, yang penting adalah Anda bisa memastikan agar kandang tidak bau.

Agar suasana kandang asri Anda bisa melengkapi di sekelilingnya dengan tanaman . Bak mendesain rumah, Anda bisa memoles kandang yang indah seperti halnya kandang burung.

Hal ini bisa dicontoh oleh mereka yang hobi ternak ayam yang sehat, menghasilkan namun ramah lingkungan. Dengan begini tidak akan didemo tetangga karena terganggu bau kotoran ayam. (sit)

Editor : Redaksi
#padat penduduk #bau #kandang #ayam