Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pangeran Harry Dilarang Ikut Acara Kerajaan

Juli Rambe • Sabtu, 12 April 2025 | 12:30 WIB
Raja Charles III bersama Pangeran William dan Pangeran Harry. (Dok: people)
Raja Charles III bersama Pangeran William dan Pangeran Harry. (Dok: people)

 

SUMUTPOS.CO- Raja Charles III dan Pangeran William mengirimkan kabar tegas kepada Pangeran Harry agar tidak ikut dalam acara kerajaan yakni pemakaman mantan pengawal mereka, Graham Craker.

Keputusan ini disebut sebagai langkah penting untuk menghindari gangguan publik dan menjaga martabat keluarga kerajaan di tengah momen duka.

Menurut laporan dari Radar Online, pihak istana menilai kehadiran Harry berpotensi menimbulkan gangguan dalam prosesi penghormatan terakhir yang seharusnya berlangsung khidmat dan penuh rasa hormat. 

Dalam komunikasi yang disampaikan kepada Duke of Sussex, disebutkan bahwa dirinya tetap berada di Amerika Serikat dan ketidakhadirannya dianggap sebagai langkah terbaik demi menjaga kedamaian.

"Telah disampaikan kepada Pangeran Harry bahwa kehadirannya dalam upacara pemakaman Graham Craker bisa memicu sorotan yang mengganggu ketenangan acara," kata sumber istana. 

Lebih lanjut, sumber tersebut menyatakan bahwa suami Meghan Markle itu diminta untuk tetap berada di Amerika Serikat. Sehingga, prosesi pemakaman dapat berlangsung secara tertutup dan tanpa gangguan media. 

"Tujuannya semata-mata untuk menghormati almarhum Tuan Craker, dan memastikan bahwa keluarga serta rekan-rekannya dapat mengenangnya dalam suasana damai dan penuh penghormatan jelasnya. 

Graham Craker, yang tutup usia pada 77 tahun, adalah sosok penting dalam kehidupan kedua pangeran tersebut. Ia menjadi pengawal yang setia mendampingi mereka, termasuk di momen paling kelam ketika keduanya menerima kabar kematian tragis Putri Diana pada tahun 1997.

Kehilangan Craker diyakini menjadi pukulan emosional bagi kedua pangeran. Pangeran Harry dikenal memiliki ikatan kuat dengan para staf yang pernah bekerja dekat dengannya di masa lalu. Karena itu, keputusan pelarangan ini dianggap berat, namun dipandang perlu untuk menjaga stabilitas internal keluarga kerajaan. (bbs/ram)

 

Editor : Juli Rambe