SUMUTPOS.CO- Iran pada Senin (23/6/2025) meluncurkan gelombang serangan rudal terbaru ke Israel tengah dan utara.
Angkatan Darat Israel mengatakan, pihaknya mengintersep rudal-rudal kiriman Iran. Namun, berdasarkan rekaman video yang beredar viral di media sosial, satu rudal Iran berhasil menghantam kota Ashdod.
Dilaporkan, Iran menargetkan pusat pembangkit listrik di kota itu.
Saling serang antara Iran dan Israel telah memasuki pekan kedua. Israel melaporkan 25 orang tewas dan ratusan lain luka-luka, sementara di kubu Iran sedikitnya 430 orang meninggal dunia dan 3.500 warga mengalami lua-luka.
Sebelumnya, Markas Pusat Khatam Al-Anbia (KCHQ) Angkatan Bersenjata Iran memberi peringatan keras bahwa setiap negara yang memasok senjata kepada Israel akan menjadi sasaran tembak bagi militer Iran.
Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (21/6/2025) malam, KCHQ menyatakan bahwa menurut data intelijen, rezim Zionis Israel mengalami kerugian secara substansial dalam aspek kapabilitas radar dan pertahanan udaranya menyusul serangan rudal dan pesawat nirawak Angkatan Bersenjata Iran yang efektif, serta mulai mengalami kekurangan amunisi.
Hal tersebut tetap terjadi meski Israel memiliki sistem pertahanan udara anti-rudal yang termahal dan tercanggih serta mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat, kata mereka.
KCHQ memperingatkan bahwa negara manapun yang memasok radar atau perangkat militer apapun baik melalui udara atau laut untuk membantu rezim Zionis akan dianggap berkomplot melawan Iran, sehingga dapat menjadi sasaran yang sah bagi Angkatan Bersenjata Iran.
Rezim Zionis Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak 13 Juni yang berdampak pada fasilitas nuklir, militer, dan kawasan permukiman di Iran. Serangan tersebut telah menyebabkan 400 warga Iran, termasuk petinggi militer, ilmuwan nuklir, dan masyarakat sipil, meninggal dunia. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe