BEIJING, Sumutpos.jawapos.com– Komitmen pemberantasan kejahatan lintas negara kembali mengemuka dalam pertemuan tingkat tinggi antara Wang Yi dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet di Phnom Penh, Rabu (22/4). Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Tiongkok menekankan urgensi penindakan tegas terhadap pusat-pusat penipuan daring dan praktik judi lintas negara yang kian meresahkan.
Wang Yi menyampaikan kekhawatirannya atas maraknya aktivitas ilegal yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kejahatan tersebut harus diberantas hingga ke akar-akarnya. “Kejahatan ini harus dihapus secara menyeluruh,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan The Straits Times.
Sorotan ini bukan tanpa alasan. Kamboja disebut menjadi salah satu titik konsentrasi puluhan pusat penipuan yang melibatkan puluhan ribu orang. Di balik operasi tersebut, tersimpan kompleksitas persoalan: sebagian pelaku bekerja secara sukarela, sementara lainnya diduga terjebak dalam praktik perdagangan manusia. Industri ilegal ini bahkan diperkirakan bernilai miliaran dolar AS, menjadikannya ancaman serius bagi stabilitas kawasan.
Di tengah tekanan internasional yang meningkat, pemerintah Kamboja mulai menunjukkan langkah responsif. Hun Manet secara terbuka mengakui bahwa keberadaan pusat-pusat penipuan telah mencoreng citra negaranya sekaligus mengganggu perekonomian. Ia pun berjanji untuk memperketat penindakan dan membersihkan praktik tersebut secara bertahap namun pasti.
Pertemuan tersebut juga diwarnai dengan penegasan hubungan erat antara kedua negara. Wang Yi hadir bersama Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun, menandai pentingnya dimensi strategis dalam relasi bilateral. Keduanya menyoroti kuatnya kerja sama di berbagai sektor—mulai dari perdagangan dan diplomasi hingga pertahanan.
Melalui pernyataan di media sosial, Hun Manet mengungkap bahwa diskusi juga mencakup penguatan kolaborasi di bidang politik, investasi, energi bersih, pembangunan infrastruktur transportasi, hingga sektor pertanian. Hal ini menegaskan bahwa di balik tekanan isu keamanan, hubungan Tiongkok–Kamboja tetap bergerak dinamis menuju kemitraan yang lebih luas.
Di tengah arus globalisasi digital, isu penipuan daring dan judi lintas negara menjadi tantangan bersama yang tak mengenal batas wilayah.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan