Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Iran Banderol Rp950 Miliar untuk Bunuh Donald Trump dan Benjamin Netanyahu

Johan Panjaitan • Rabu, 20 Mei 2026 | 11:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Irael Benyamin Netananyu. (new.sky)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Irael Benyamin Netananyu. (new.sky)

 

Sumutpos.jawaposKetegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah parlemen Iran dilaporkan membahas rancangan kebijakan kontroversial yang menawarkan hadiah besar bagi siapa pun yang berhasil menyerang Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Rancangan tersebut disebut mencakup insentif hingga EUR 50 juta atau sekitar Rp 950 miliar, sebagaimana dilaporkan sejumlah media internasional termasuk Iran Wire dan The Telegraph UK. Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari rancangan undang-undang bertajuk “Counter-Action by the Military and Security Forces of the Islamic Republic”.

Baca Juga: Bupati Afandin Temui Massa Aksi Blokir Jalan Binjai–Selesai, Janjikan Percepatan Perbaikan Infrastruktur

Inisiatif tersebut dipaparkan oleh Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk “aksi balasan” atas berbagai insiden yang melibatkan Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam pernyataannya, Azizi bahkan menyinggung bahwa Trump, Netanyahu, serta Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper harus menjadi target tindakan balasan. Pernyataan itu kemudian memicu perhatian luas di tengah meningkatnya tensi kawasan.

Sejumlah laporan juga menyebut parlemen Iran akan segera melakukan pemungutan suara terkait rancangan tersebut. Jika disahkan, kebijakan ini akan menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Tidak hanya itu, media pro-pemerintah Iran sebelumnya juga melaporkan adanya penggalangan dana bernilai puluhan juta dolar untuk operasi bertajuk “Kill Trump”. Kelompok siber yang disebut memiliki afiliasi dengan Iran, Handala, bahkan mengklaim telah menyiapkan dana untuk aksi terhadap kedua pemimpin tersebut.

Baca Juga: Inggris Peringatkan Ancaman Krisis Pangan Global, Desak Jalur Hormuz Segera Dibuka

Pernyataan-pernyataan tersebut muncul di tengah situasi yang sudah tegang, setelah berbagai konflik di kawasan terus melibatkan Iran, AS, dan Israel dalam siklus saling ancam dan tekanan politik.

Di sisi lain, Washington menanggapi perkembangan ini dengan serius. Seorang pejabat Amerika Serikat kepada Axios menyebut bahwa situasi saat ini masih jauh dari kata stabil, sementara upaya diplomasi belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Ketegangan yang semakin terbuka ini menandai rapuhnya stabilitas kawasan Timur Tengah, di mana konflik politik dan militer kini kian beririsan dengan ancaman langsung terhadap para pemimpin dunia.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
#benyamin netanyu #donald trump #iran