New York Batasi AI Generatif untuk Siswa Sekolah

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:00 WIB
New York, Amerika Serikat, mulai menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif bagi siswa sekolah.(Instagram @pandemictalks)
New York, Amerika Serikat, mulai menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif bagi siswa sekolah.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Pemerintah Kota New York, Amerika Serikat, mulai menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif bagi siswa sekolah. Kebijakan tersebut diumumkan Wali Kota New York Zohran Mamdani sebagai upaya memperkuat pengawasan terhadap penggunaan teknologi AI di lingkungan pendidikan.

Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (10/9/2026), moratorium penggunaan AI generatif ini berlaku selama satu tahun pada tahun ajaran mendatang. Aturan tersebut menyasar siswa jenjang pendidikan usia dini hingga sekolah menengah pertama, mulai dari tingkat 2-K hingga kelas delapan.

Kebijakan ini berdampak pada sekitar 600 ribu siswa sekolah negeri New York City atau hampir dua pertiga dari total populasi pelajar di wilayah tersebut. Langkah tersebut menjadi salah satu pembatasan penggunaan AI paling luas yang pernah diterapkan oleh distrik sekolah besar di Amerika Serikat.

Baca Juga: BRIN Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan Mati Usai Erupsi Anak Krakatau

Mamdani mengatakan, hingga kini belum terdapat cukup bukti ilmiah yang menunjukkan manfaat langsung AI generatif bagi siswa sekolah dasar dan menengah. Ia juga menyoroti perlunya kehati-hatian terhadap penelitian yang berasal dari perusahaan pengembang teknologi AI.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah kota akan mengevaluasi lebih dari 38 program pendidikan yang sebelumnya menggunakan fitur AI. Sistem AI dalam sejumlah aplikasi, termasuk tutor membaca berbasis AI seperti Amira, akan dihentikan sementara apabila belum memenuhi standar keamanan dan pengawasan yang ditetapkan.

Meski membatasi penggunaan AI pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama, pemerintah New York tetap membuka ruang pemanfaatan teknologi tersebut bagi siswa sekolah menengah atas. Menurut Mamdani, kelompok usia remaja perlu dipersiapkan menghadapi dunia yang semakin dipengaruhi perkembangan AI.

Baca Juga: 2 Mahasiswa Didakwa Bunuh Wanita di Hotel OYO, Jenazah Dibuang ke Sungai Denai

Untuk tingkat SMA, New York City akan menjalankan lima proyek percontohan AI dengan cakupan maksimal sekitar 50 ribu siswa. Program tersebut akan menjadi bahan evaluasi sebelum menentukan kebijakan penggunaan AI secara lebih luas.

Selain itu, sejumlah pengecualian tetap diberikan, terutama untuk teknologi asistif yang membantu siswa penyandang disabilitas dan pelajar bahasa Inggris. Penggunaan AI untuk kegiatan tertentu seperti pemrograman serta akses buku elektronik juga tetap diperbolehkan.

Kebijakan ini mencerminkan meningkatnya perdebatan global mengenai posisi AI dalam dunia pendidikan. Di satu sisi, teknologi AI dianggap mampu membantu proses belajar, namun di sisi lain muncul kekhawatiran terkait ketergantungan siswa, akurasi informasi, privasi data, hingga dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis.

Baca Juga: Imigrasi Medan Berubah Jadi Imigrasi Kualanamu, Pemilik Paspor Tidak Perlu Takut

New York memilih pendekatan pengendalian dan evaluasi terlebih dahulu sebelum memberikan ruang penggunaan AI yang lebih luas di sekolah. Pemerintah kota berharap kebijakan tersebut dapat memastikan teknologi dimanfaatkan secara aman dan tetap mendukung perkembangan kemampuan siswa.(lin)

Editor : Redaksi
Pendidikan Digital Teknologi Pendidikan new york kecerdasan buatan ai