sumutpos.jawapos.com - Percaya tidak percaya, ternyata cara masak telur juga punya kiat tersendiri, jadi tidak sekadar goreng atau rebus saja.
Pasalnya, cara masak telur yang salah bisa merusak nutrisi. Artinya, saat dikonsumsi, kandungannya tidak maksimal.
Melansir Healthline, Kamis (7/5/2026), meski proses memasak bisa membuat beberapa nutrisi telur lebih mudah dicerna, proses pemanasan bisa merusak nutrisi lain.
Studi menunjukkan protein menjadi lebih mudah dicerna ketika dipanaskan. Tubuh manusia dapat menggunakan 91 persen protein pada telur matang, sedangkan pada telur mentah 'hanya' 51 persen.
Baca Juga: Kesbangpol Sumut Perkuat Pengawasan Aliran Kepercayaan Bersama Tim Pakem
Sebenarnya hal ini biasa dalam memasak pangan apa pun. Pada telur, proses memasak dapat menurunkan kadar vitamin A, D, dan antioksidan.
Berikut beberapa cara agar nutrisi telur tidak banyak berkurang, bahkan jadi lebih sehat:
1. Tak perlu dimasak terlalu lama
Cara masak telur paling sehat adalah dengan tidak memasaknya terlalu lama. Semakin lama dimasak, semakin banyak nutrisi yang hilang.
Selain itu, proses memasak dalam waktu lama menggunakan suhu tinggi akan meningkatkan jumlah kolesterol teroksidasi terutama jika digoreng dengan wajan.
Kolesterol teroksidasi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
2. Goreng dalam minyak yang stabil dan suhu tinggi
Cara masak telur paling sehat salah satunya dengan digoreng. Sebaiknya goreng dengan suhu tinggi menggunakan minyak yang stabil dan tidak gampang teroksidasi.
Baca Juga: Mulyono Sebut Demonstrasi di Sumut Sepanjang 2025 Berjalan Kondusif
Oksidasi pada minyak ini yang membentuk radikal bebas dan justru membawa dampak buruk terhadap kesehatan.
Minyak yang disarankan antara lain minyak alpukat dan minyak biji bunga matahari.
Jika menggunakan minyak zaitun atau minyak kelapa, goreng di suhu tidak sampai 210 derajat Celcius dan 177 derajat Celcius.
3. Kombinasikan dengan sayuran
Telur sangat cocok dicampur sayuran. Anda tidak perlu repot mengolah sayuran jadi menu berbeda, cukup campur keduanya jadi omelet atau telur orak-arik.
Baca Juga: Timnas U-19 Indonesia Matangkan Persiapan Jelang AFF U-19, Matthew Bakker Dilirik!
Tambahan sayuran akan memberikan asupan serat dan vitamin ekstra pada menu telur Anda.
4. Pilih yang rendah kalori
Jika Anda sedang diet atau mempertimbangkan asupan kalori harian, maka sebaiknya pilih metode memasak yang rendah kalori.
Metode memasak telur rendah kalori cukup rebus atau poached. Telur rebus dan poached egg jauh lebih rendah kalori ketimbang telur goreng, orak-arik, atau omelet.
5. Pilih telur berkualitas
Nutrisi pada telur turut dipengaruhi metode peternakan dan pola makan ayam. Sebaiknya pilih telur yang memang datang dari peternakan berkualitas.
Baca Juga: Sambut Long Weekend Mei, Harper Wahid Hasyim Medan Hadirkan Diskon Menginap hingga 40 Persen
Secara umum, telur yang diternakkan di padang rumput dan telur organik dianggap lebih unggul ketimbang telur yang dikandangkan dan diproduksi secara konvensional. (lin)
Editor : Redaksi