sumutpos.jawapos.com - Belanja di supermarket maka Anda tidak akan mendapati daging seperti di pasar tradisionsl, pasti daging kemasan plastik.
Ya, daging kemasan plastik ini memang jadi cara tertentu pihak penjual agar mengurangi kerusakan daging akibat oksigen.
Namun, kadang terlihat daging kemasan plastik malah terlihat menggembung alias tidak ketat lagi. Aman kah?
Melansir Delish, Rabu (20/5/2026), hindari membeli atau mengonsumsi produk vakum yang telah menggembung, karena kemungkinan besar sudah rusak.
Baca Juga: Produsen Minyakita di Simalungun Hadapi Sejumlah Kendala Produksi
Lebih parah lagi, jika plastik yang menggembung disebabkan oleh kontaminasi mikroma.
Yang jelas, ada beberapa alasan mengapa kemasan menggembung karena udara. Salah satu alasannya berasal dari proses pengemasan daging.
Biasanya, untuk mengurangi kerusakan akibat oksigen, supermarket akan mengemas daging dengan metode tertentu.
Metode ini memperlambat pertumbuhan dan oksidasi mikroba, menjaga kesegaran, kualitas, dan warna daging.
Artinya, wajar jika metode tersebut dapat membuat kemasan tampak menggembung.
Baca Juga: Ketersediaan Sapi Kurban di Sumut Dipastikan Aman
Namun, kembung yang berlebihan dapat mengindikasikan adanya pembusukan mikroba akibat gas yang dihasilkan bakteri.
Daging dengan lemak tak jenuh tinggi atau pH tinggi lebih cepat rusak dan sebaiknya disegel vakum karena dapat menghilangkan oksigen sepenuhnya.
Jika kemasan plastik tampak baik-baik saja, maka daging yang dijual di supermarket aman untuk dibeli. Tapi, hal yang sama tidak berlaku untuk daging dalam kemasan yang menggembung.
Baca Juga: Penadah Emas Curian Hakim PN Medan Divonis 1,5 Tahun Penjara
Berikut tips agar pembelian daging kemasan plastik di supermarket aman:
1. Suhu
Pada dasarnya, sulit untuk memastikan apakah daging didinginkan pada suhu yang tepat atau keliru.
Dalam jangka pendek, daging perlu disimpan di bawah suhu 4 derajat Celcius. Sementara dalam jangka panjang, daging harus disimpan di bawah -18 derajat Celcius.
Anda bisa memperhatikan unit pendingin tempat daging disimpan. Jika terlalu penuh, maka bisa jadi daging tidak aman untuk dibeli.
2. Kemasan
Kemasan harus bersih dan utuh. Jika kemasan daging bocor atau menggembung, maka sebaiknya hindari pembelian.
3. Warna, bau, dan tekstur
Jika daging memiliki warna atau bau yang tidak biasa, maka jangan dibeli. Hindari juga membeli daging yang tampak berlendir atau meninggalkan bekas jari saat ditekan. (lin)