Sumutpos.jawapos.com-Pernah mengalami motor sulit dinyalakan padahal aki baru saja diganti? Kondisi seperti ini kerap membuat pemilik kendaraan langsung menyimpulkan bahwa aki baru tersebut bermasalah. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Sistem starter pada sepeda motor melibatkan banyak komponen yang saling terhubung. Aki memang menjadi sumber tenaga listrik, tetapi arus tersebut tetap harus melewati kabel, relay, saklar, hingga dinamo starter sebelum akhirnya mesin menyala. Kerusakan pada salah satu komponen saja sudah cukup membuat motor sulit dihidupkan, meski aki dalam kondisi prima.
Dilansir dari laman Suzuki.co.id, berikut sejumlah penyebab yang paling sering membuat motor susah distarter meski aki masih baru.
1. Soket atau Kabel Kelistrikan Bermasalah
Jangan hanya memeriksa aki. Kondisi kabel dan soket juga sangat menentukan.
Soket yang longgar, kabel terkelupas, atau sambungan yang berkarat dapat menghambat aliran listrik menuju dinamo starter. Penyebabnya bisa berasal dari usia pakai, getaran mesin, hingga gigitan tikus yang merusak kabel.
Baca Juga: Arsenal Belum Tutup Bursa, Vinicius Jadi Bidikan Berikutnya
Akibatnya, daya dari aki tidak tersalurkan secara maksimal sehingga starter terasa lemah atau bahkan tidak bekerja sama sekali.
2. Dinamo Starter Mulai Aus
Dinamo starter berfungsi memutar poros mesin saat tombol starter ditekan.
Seiring waktu, karbon (brush) di dalam dinamo akan aus sehingga kemampuan putarnya menurun. Gejalanya cukup mudah dikenali, mulai dari bunyi klik tanpa putaran mesin hingga suara starter yang terdengar berat.
Jika dibiarkan, dinamo starter bisa berhenti bekerja sepenuhnya.
3. Saklar Starter Kotor atau Berkarat
Tombol starter yang berada di stang kanan setiap hari terpapar debu, air hujan, dan kelembapan.
Lama-kelamaan, permukaan kontak logam di dalam saklar dipenuhi kerak atau karat sehingga arus listrik tidak mengalir dengan baik. Biasanya motor baru bisa menyala setelah tombol starter ditekan berkali-kali.
Jika mengalami gejala ini, besar kemungkinan saklar hanya membutuhkan pembersihan.
4. Sekring Utama Putus
Sekring merupakan pengaman sistem kelistrikan ketika terjadi lonjakan arus atau korsleting.
Saat sekring putus, suplai listrik menuju berbagai komponen akan terhenti, termasuk sistem starter. Kondisi ini biasanya disertai lampu motor yang ikut mati sehingga relatif mudah dikenali.
Baca Juga: PRSU ke-50 Raup Transaksi Rp50 Miliar, Pemkab Paluta Bidik Investasi dan Penguatan UMKM
5. Bendik atau Relay Starter Rusak
Relay starter atau bendik bertugas menghubungkan arus besar dari aki menuju dinamo starter.
Jika komponen ini rusak, Anda biasanya masih mendengar bunyi "klik" saat tombol starter ditekan, tetapi mesin sama sekali tidak berputar. Kerusakan bendik merupakan salah satu penyebab paling umum pada motor yang sulit distarter.
6. Switch Rem Tidak Berfungsi
Pada motor matik modern, starter hanya dapat bekerja ketika tuas rem ditekan.
Apabila switch rem rusak atau kotor, sistem akan menganggap rem belum ditarik sehingga ECU memutus arus menuju starter. Masalah sederhana ini sering kali luput dari perhatian pemilik kendaraan.
7. Sensor Standar Samping Bermasalah
Motor keluaran terbaru umumnya dilengkapi sensor standar samping sebagai fitur keselamatan.
Baca Juga: Mau Tidur Lebih Nyenyak? Hindari 5 Makanan Ini Sebelum Beranjak ke Tempat Tidur
Apabila sensor dipenuhi kotoran atau mengalami korosi, sistem akan membaca bahwa standar masih turun meskipun sebenarnya sudah dinaikkan. Akibatnya, mesin tidak dapat dinyalakan.
8. Busi Sudah Lemah
Starter boleh saja bekerja normal, tetapi mesin tetap tidak akan hidup apabila busi gagal menghasilkan percikan api yang kuat.
Busi yang kotor, elektroda aus, atau sudah melewati masa pakai akan menghasilkan percikan api yang lemah sehingga proses pembakaran di ruang mesin tidak berlangsung sempurna.
Cara Mengatasi Motor yang Sulit Distarter
Setelah mengetahui penyebabnya, langkah berikutnya adalah melakukan pemeriksaan secara bertahap agar kerusakan dapat ditemukan dengan cepat.
Periksa Switch Rem
Pastikan lampu rem menyala ketika tuas rem ditekan. Jika tidak, kemungkinan switch rem mengalami kerusakan atau kotor. Membersihkan kontak atau mengganti switch biasanya sudah cukup mengatasi masalah.
Cek Relay Starter
Saat tombol starter ditekan, relay seharusnya mengeluarkan bunyi klik.
Apabila tidak terdengar suara sama sekali, lakukan pengecekan menggunakan test pen atau multimeter. Bila arus masuk tersedia tetapi relay tetap tidak bekerja, komponen tersebut perlu diganti.
Bersihkan Saklar Starter
Bongkar rumah saklar di stang kanan dengan hati-hati, lalu bersihkan kontak logam menggunakan contact cleaner atau alkohol.
Pastikan pegas di dalam saklar masih berfungsi dengan baik agar tombol kembali ke posisi semula setelah ditekan.
Servis Dinamo Starter
Jika dinamo mulai lemah, lakukan servis di bengkel terpercaya.
Biasanya mekanik akan membersihkan bagian dalam, mengganti karbon yang aus, sekaligus melumasi komponen bergerak sehingga performanya kembali optimal. Biayanya jauh lebih ekonomis dibanding mengganti dinamo baru.
Bersihkan atau Ganti Busi
Periksa kondisi elektroda busi.
Jika hanya dipenuhi kerak karbon, busi masih bisa dibersihkan. Namun apabila elektroda sudah aus atau percikan api melemah, sebaiknya segera ganti menggunakan tipe busi yang direkomendasikan pabrikan.
Periksa Sekring
Pastikan logam di dalam sekring masih utuh.
Jika putus, gantilah dengan sekring baru yang memiliki nilai ampere yang sama. Hindari mengganti sekring menggunakan kawat atau sekring berkapasitas lebih besar karena dapat memicu korsleting dan merusak komponen elektronik motor.
Baca Juga: Ijeck Desak Kemenhub Percepat Pemasangan Palang Pintu Usai Tragedi KA Putri Deli di Sergai
Jangan Terburu-buru Menyalahkan Aki
Motor yang sulit distarter tidak selalu disebabkan oleh aki, meski gejalanya sering mengarah ke sana. Sistem starter merupakan rangkaian yang terdiri dari banyak komponen, mulai dari kabel, saklar, relay, dinamo starter, hingga busi dan sensor keselamatan.
Karena itu, lakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum memutuskan mengganti komponen tertentu. Dengan diagnosis yang tepat, Anda dapat menghemat biaya perbaikan sekaligus menjaga performa motor tetap optimal. Perawatan berkala di bengkel resmi atau bengkel tepercaya juga menjadi langkah terbaik untuk mencegah masalah serupa muncul di kemudian hari. (net/han)
Editor : Johan Panjaitan