sumutpos.jawapos.com - Ada sebagian orang yang menghindari keju saat diet, padahal seharusnya tidak begitu kalau saja tahu jenisnya.
Melansir Eating Well, Rabu (26/8/2026), keju tergolong sumber nutrisi penting termasuk protein. Protein membantu rasa kenyang lebih lama setelah makan. Selain itu, keju membantu memasok beberapa nutrisi seperti kalsium dan fosfor.
Hanya saja, karena kandungan kalorinya yang tinggi, keju jadi dianggap tidak layak untuk dijadikan asupan selama diet. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Jika tujuan asupan adalah untuk menurunkan berat badan, sebaiknya pilih jenis keju berikut.
Baca Juga: UMSU Gelar Edukasi Kesehatan Mental Islami bagi Remaja di Kota Baru Kolam
Keju-keju ini tak sekadar membantu menurunkan berat badan tapi juga menambah nutrisi dan citarasa pada santapan.
Berikut ragam keju yang cocok dikonsumsi saat diet:
1. Keju mozzarella
Keju mozzarella termasuk keju lunak yang umumnya terbuat dari susu sapi atau kerbau dan baik untuk diet karena relatif rendah kalori dibanding keju lain.
Dalam 28 gram keju mozzarella mengandung 85 kalori, 6 gram protein, 6 gram lemak, 1 gram karbohidrat, dan 11 persen kebutuhan kalsium harian.
2. Keju cottage
Cottage cheese alias keju cottage merupakan keju putih lembut yang terbuat dari dadih susu sapi.
Dalam 28 gram keju cottage rendah lemak mengandung 23 kalori, 3,3 gram protein, 0,8 gram lemak, 1,3 gram karbohidrat, kemudian 2,3 persen kebutuhan kalsium harian.
Baca Juga: Gerak Cepat, Pertamina Sumbagut Salurkan Bantuan Penanganan Asap Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Berkat kandungan proteinnya yang tinggi, ahli merekomendasikan keju cottage buat siapa pun yang ingin menurunkan berat badan.
3. Keju feta
Dalam masakan Yunani, keju feta punya peran penting. Secara tradisional, keju feta terbuat dari susu kambing atau domba.
Dalam satu ons (28 gram) keju feta mengandung 75 kalori, 6 gram lemak, 4 gram protein, dan 11 persen kebutuhan kalsium harian.
Keju ini cocok untuk yang sedang diet. Selain rendah lemak dan kalori, keju ini juga memiliki rasa yang kuat sehingga pakai sedikit saja mampu meningkatkan citarasa masakan.
4. Keju Swiss
Seperti namanya, keju ini memang berasal dari Swiss. Keju Swiss termasuk keju semi-keras yang biasanya terbuat dari susu sapi.
Baca Juga: Eks Kabid UKM Diskop Medan Divonis Bebas Perkara Korupsi MFF 2024
Bentuk keju Swiss juga khas dengan lubang-lubang dari pelepasan gas oleh bakteri selama fermentasi.
Seporsi keju Swiss (sekitar 28 gram) mengandung 111 kalori, 8 gram protein, 9 gram lemak, dan 19 persen kebutuhan harian kalsium.
Selain baik untuk diet, keju Swiss juga baik untuk mereka yang sedang mengurangi asupan garam sebab kandungan garam (natrium) lebih rendah dari kebanyakan keju.
5. Keju ricotta
Keju ricotta terbuat dari whey atau produk sampingan dari proses pembuatan keju. Namun ricotta tetap diperlakukan sebagai keju dan dinikmati layaknya keju lunak.
Keju ricotta terbilang sebagai sumber protein yang baik. Sekitar 123 gram keju ricotta mengandung 186 kalori, 13 gram lemak, dan 9 gram protein.(lin)
Editor : Redaksi