sumutpos.jawapos.com - Pilot ataupun pramugari biasanya akan meminta supaya tirai jendela dibuka saat pesawat akan lepas landas maupun mendarat. Kenapa?
Melansir People, Rabu (23/9/2026), menutup jendela pesawat saat lepas landas maupun mendarat secara nyata memang terlarang. Dan, itu punya alasan tersendiri.
Berikut alasan kenapa tirai jendela pesawat harus dibuka:
1. Membantu kondisi darurat
Tirai jendela yang terbuka selama lepas landas dan mendarat dapat membantu jika terjadi kondisi darurat.
Pasalnya, lepas landas dan mendarat merupakan dua fase penerbangan yang paling kritis.
Baca Juga: Bawa 29 Kg Sabu Tujuan Jambi, Warga asal Aceh Dituntut Mati
Artinya untuk memastikan kesadaran situasional bagi penumpang dan awak pesawat.
Penjelasannya, dalam keadaan darurat meskipun jarang terjadi, cahaya alami dari luar pesawat membantu mata penumpang untuk menyesuaikan diri lebih cepat.
Selain itu, memungkinkan pramugari dan petugas tanggap darurat seperti kebakaran, puing-puing atau air di luar pesawat.
2. Menjadi 'mata' awak pesawat
Penumpang diharapkan menjadi mata pengganti dari awak kabin untuk melihat dari jendela bagaimana situasi di luar dan arah sayap pesawat.
Artinya, jika terjadi kesalahan, penumpang bisa melihatnya dan memberi tahu awak kabin.
Baca Juga: Hindari Makanan Ini Jelang Olahraga agar Tak Merugi
Pasalnya, awak kabin tidak bisa memantau keadaan pesawat ketika lepas landas dan mendarat, karena mereka akan ikut duduk di kursi mereka di dekat dapur.
3. Protokol penerbangan internasional
Membiarkan tirai jendela terbuka saat lepas landas dan mendarat merupakan bagian dari protokol keselamatan penerbangan internasional yang diwajibkan atau sangat direkomendasikan oleh sejumlah otoritas
Otoritas yang dimaksud seperti Federal Aviation Administration (FAA), International Civil Aviation Organization (ICAO), European Union Aviation Safety Agency (EASA), dan Civil Aviation Administration of China (CAAC).
4. Mengurangi kecemasan
Tidak hanya berkaitan tentang keselamatan, membuka jendela pesawat saat lepas landas dan mendarat juga dapat mengurangi kecemasan penumpang.
Berdasarkan studi oleh Aviation Psychology Association pada 2025, membuka tirai jendela dan membiarkan penumpang menikmati cakrawala dan landasan pacu selama lepas landas dan pendaratan dapat mengurangi tingkat mabuk perjalanan penumpang.
Baca Juga: Polres Langkat Musnahkan Barang Bukti Narkotika
Pun dapat mengurangi rasa takut akan hal yang tidak diketahui, meningkatnya rasa percaya dan kendali situasional, dan mencegah kepanikan untuk situasi yang tidak terduga. (lin)
Editor : Redaksi