Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

28 Juta Penduduk Indonesia Alami Gangguan Kejiwaan, Kenali Jenis dan Gejalanya

Redaksi • Senin, 26 Januari 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi sekitar 28 juta penduduk Indonesia tercatat mengalami gangguan kejiwaan. (Freepik.com)
Ilustrasi sekitar 28 juta penduduk Indonesia tercatat mengalami gangguan kejiwaan. (Freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Masalah kesehatan mental masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan unggahan media sosial Instagram resmi @kemenkes_ri, dilansir Senin (26/1/2026), sekitar 28 juta penduduk Indonesia tercatat mengalami gangguan kejiwaan dengan tingkat dan jenis yang beragam.

Angka ini menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental bukan isu sepele dan bisa dialami siapa saja, tanpa memandang usia, latar belakang pendidikan, maupun status sosial. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami jenis gangguan kejiwaan serta gejala awalnya, sehingga penanganan sering kali terlambat.

Kementerian Kesehatan RI melalui media sosialnya mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan kesehatan mental, dimulai dari mengenali jenis gangguan kejiwaan yang umum terjadi.

Berikut ini empat jenis gangguan kejiwaan yang perlu diketahui:

1. Skizofrenia

Skizofrenia merupakan gangguan mental berat yang memengaruhi cara berpikir, emosi, serta persepsi terhadap realitas. Penderitanya dapat mengalami kesulitan berinteraksi sosial dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Gejala yang sering muncul antara lain halusinasi, delusi atau keyakinan yang tidak sesuai kenyataan, pikiran dan pembicaraan tidak teratur, perilaku yang tidak sesuai situasi, emosi datar, hingga penurunan motivasi.

2. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang biasanya muncul sejak masa kanak-kanak, namun dapat berlanjut hingga dewasa. Gangguan ini memengaruhi kemampuan seseorang dalam memusatkan perhatian dan mengendalikan perilaku.

Ciri-cirinya meliputi sulit fokus, mudah terdistraksi, sering lupa, kesulitan mengatur waktu dan tugas, perilaku impulsif, sulit duduk diam, serta kecenderungan banyak bergerak atau berbicara berlebihan.

3. Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Gangguan kecemasan ditandai dengan rasa cemas berlebihan dan terus-menerus, meski tidak ada ancaman nyata. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental secara bersamaan.

Gejala yang umum dirasakan antara lain gelisah, jantung berdebar, napas cepat, berkeringat berlebihan, otot tegang, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, hingga mudah panik atau merasa takut berlebihan.

4. Depressive Disorder (Gangguan Depresi)

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang ditandai perasaan sedih berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya menyenangkan. Jika tidak ditangani, depresi dapat berdampak serius pada kualitas hidup.

Tanda-tandanya meliputi perasaan sedih terus-menerus, mudah lelah, kurang energi, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, perasaan tidak berharga atau bersalah berlebihan, hingga muncul pikiran tentang kematian atau bunuh diri.

Kementerian Kesehatan RI menekankan bahwa gangguan kejiwaan bukan aib dan dapat ditangani dengan bantuan yang tepat. Deteksi dini, dukungan keluarga, lingkungan yang suportif, serta akses layanan kesehatan mental menjadi kunci utama dalam proses pemulihan.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan stigma terhadap penyintas gangguan kejiwaan. Semakin terbuka pembahasan kesehatan mental, semakin besar peluang penderita mendapatkan pertolongan lebih cepat.

Jika seseorang mulai merasakan gejala gangguan mental, langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional di fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mengenalinya adalah langkah awal untuk menjaga kualitas hidup yang lebih baik. (lin)

Editor : Redaksi
#gangguan kejiwaan #info kesehatan #Kesehatan Mental #Sehat Jiwa