Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jangan Asal Makan! Makanan Ini Bisa Timbulkan Penyakit Hati Berlemak

Redaksi • Minggu, 5 April 2026 | 20:56 WIB
ilustrasi, ragam junk food bisa memicu penyakit hati berlemak. (freepik.com)
ilustrasi, ragam junk food bisa memicu penyakit hati berlemak. (freepik.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Pernah dengar nonalcoholic fatty liver disease? Istilah sederhananya, penyakit hati berlemak.

Ya, penyakit hati berlemak nyatanya bisa menyerang seseorang meski tidak mengonsumsi alkohol.

Dan, ketika penyakit hati berlemak ini makin memburuk, maka ujung-ujungnya menyebabkan sirosis bahkan kanker hati.

Melansir Mayo Clinic, Minggu (5/4/2026), rupanya ada sederet makanan pemicu penyakit hati berlemak. Artinya, erat kaitannya dengan pola makan.

Sebagai informasi, penyakit hati berlemak merupakan kondisi banyak lemak menumpuk di organ hati. 

Baca Juga: Universitas Senior Medan Menuju Kampus Unggul, Perkuat Daya Saing Lewat Bimtek PKM 2026

Penyakit ini telah dikaitkan dengan kelebihan berat badan atau obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2 dan kadar lemak khususnya trigliserida yang tinggi dalam darah.

Berikut beberapa makanan yang bisa memicu penyakit hati berlemak:

1. Junk food
Junk food alias fast food memang cepat, praktis, dan cenderung murah. Namun makanan ini biasanya mengandung gula, garam, dan lemak lebih banyak dari jenis makanan lain.

Studi menemukan orang yang makan fast food dengan porsi 20 persen atau lebih dari total makanan mereka membuat lemak menumpuk terlalu banyak pada hati.

Baca Juga: Ditahan Persikad, PSMS Nyaris Mustahil Promosi Musim Ini

2. Ultraproses
Pangan ultraproses telah melewati proses pengolahan sehingga sudah jauh dari bentuk dan kandungan aslinya. 
Makanan seperti ini biasanya ditujukan untuk produksi masal, penyimpanan dalam jangka waktu lama, mudah disajikan atau dikonsumsi.

3. Pemanis tambahan
Sejumlah makanan dan minuman mengandung gula tambahan yang membuat tubuh bekerja keras untuk memproses kelebihan gula dan ini bisa menekan hati.

Pangan dengan pemanis tambahan termasuk makanan pemicu penyakit hati berlemak.

Baca Juga: Kasus Amsal Sitepu Bergulir ke Pusat, Kajari Karo dan Jajarannya Diperiksa Kejagung

Hati-hati, gula tambahan ini kerap tidak ditulis dengan nama 'gula' atau 'glukosa' tetapi sirup jagung, brown sugar, madu, sirup maple, molase, sirup tebu, dextrose, fruktosa, dan sukrosa.

4. Pemanis buatan
Rasa manis kadang didapat dari pemanis buatan yang digadang-gadang tanpa kandungan kalori. Sejauh ini beberapa penelitian menunjukkan hasil beragam.

Ada yang menunjukkan bahwa pemanis buatan atau gula alternatif bisa memicu masalah pada liver dan berefek negatif pada usus. 

Kemudian WHO pada 2023 tidak merekomendasikan penggunaan pemanis buatan untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga: Mediasi Dugaan Penahanan Bansos di Pelita Berujung Damai, Camat Bajenis Tegaskan Komitmen Pelayanan

Yang jelas perlu membatasi penggunaan pemanis buatan atau konsumsi pangan dengan pemanis buatan. Pemanis buatan ini antara lain, aspartame, sucralose, neotame, advantame, dan sakarin.

5. Daging merah dan daging olahan
Daging merah dan daging olahan tinggi kandungan lemak jenuh. 

Konsumsi kedua makanan ini berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang kemudian meningkatkan risiko penyakit hati berlemak.

Selain itu, makanan pemicu penyakit hati berlemak ini juga berkaitan dengan kanker terutama kanker usus besar.

Baca Juga: Jelang Muscab PKB Paluta: Taripar Laut Harahap Tekankan Soliditas dan Regenerasi Kepemimpinan

Sejumlah makanan yang termasuk golongan daging merah dan daging olahan antara lain, daging sapi, daging domba dan daging babi, lalu jeroan, sosis, dan bacon. (lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #Hati Berlemak #NAFLD #Junk Food #pola makan sehat