sumutpos.jawapos.com - Banyak wanita memilih kuteks berbasis gel karena lebih cepat kering, tahan lama, dan tak mudah mengelupas.
Namun, di balik kepraktisan itu, ada beberapa risiko kesehatan yang bisa muncul akibat pemakaian kuteks berbasis gel.
Melansir Cleveland Clinic, Rabu (29/4/2026), tahun lalu bahkan sudah keluar larangan penjualan kuteks berbasis gel di Eropa karena penggunaan trimetilbenzoil difenilfosfin oksida (TPO).
Sebagai informasi, dalam kuteks, TPO berperan untuk membantu polesan gel mengeras di bawah sinar matahari.
Baca Juga: Tembakan Roket Parasut Tewaskan Warga saat Tawuran, Pemuda asal Belawan Didakwa Pembunuhan
Berikut beberapa risiko bahaya kuteks berbasis gel:
1. Risiko kanker kulit
Proses pengeringan kuteks gel melibatkan paparan sinar ultraviolet berulang kali.
Hal ini bisa meningkatkan risiko penuaan kulit dan kerusakan DNA yang dapat memicu kanker kulit.
2. Kerusakan kulit dan kuku
Kuteks gel mengandung akrilat dan metakrilat. Keduanya dapat menyebabkan reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.
Menghapus kuteks gel juga dapat merusak kuku jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Retak dan terkelupas adalah masalah yang paling umum muncul.
Beberapa orang juga melaporkan adanya bintik-bintik putih dan lekukan atau melemahnya lapisan kuku secara keseluruhan.
Selain itu, kuteks gel juga dapat membuat kuku jadi kering dan rapuh. (lin)
Editor : Redaksi