sumutpos.jawapos.com - Suhu panas, apalagi yang ekstrem, tidak hanya membuat tubuh cepat lelah dan dehidrasi.
Melansir Very Well Health, Kamis (30/4/2026), penelitian terbaru menemukan, paparan suhu panas ekstrem berulang dapat mempercepat penuaan biologis tubuh.
Setidaknya, dalam studi selama 15 tahun di Taiwan, orang yang lebih sering terpapar gelombang suhu panas mengalami percepatan usia biologis pada organ tubuh mereka.
Pun, salah satu teori menyebutkan panas ekstrem dapat memperpendek telomer, struktur DNA di ujung kromosom.
Baca Juga: Pilih Jam Makan dengan Pas Bisa Membantu Mengontrol Berat Badan
Telomer yang lebih pendek berkaitan dengan penuaan lebih cepat dan risiko kematian yang lebih tinggi.
Seorang asisten profesor di University of Nebraska Omaha, Daniel J Vecellio, bahkan menyebut gelombang panas sebagai "pembunuh senyap".
Ya, meski tidak menimbulkan kerusakan dramatis seperti badai atau kebakaran, gelombang panas terbukti mematikan.
Gelombang suhu panas paling berbahaya bagi pekerja luar ruang, penduduk pedesaan, serta mereka yang tidak memiliki pendingin ruangan.
Paparan berulang menimbulkan stres fisiologis tanpa jeda, yang pada akhirnya mempercepat penuaan.
Baca Juga: Polsek Aek Natas Grebek Sarang Narkoba di Labura, Pondok Dibongkar dan Dibakar
Selain itu, orang lanjut usia, penderita diabetes, obesitas, penyakit jantung, asma, serta ibu hamil juga lebih sulit menyesuaikan diri dengan panas ekstrem.
Kondisi medis tertentu membuat tubuh tidak mampu mendinginkan diri secara efektif, sehingga risiko kesehatan meningkat.
Untuk mengurangi risiko, pakar merekomendasikan tetap berada di dalam ruangan saat suhu sedang tinggi, mengenakan pakaian longgar dan berwarna terang, serta menjaga asupan cairan.
Namun, bagi pekerja lapangan, solusi jangka panjang berupa akses pendingin dan kebijakan kesehatan kerja menjadi hal yang mendesak.(lin)
Editor : Redaksi