Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tak Mau Demensia ketika Usia Lanjut? Segera Lakukan Senam Otak Ini

Redaksi • Senin, 25 Mei 2026 | 06:00 WIB
ilustrasi, permainan catur salah satu senam otak yang baik untuk mencegah demensia. (pexels.com)
ilustrasi, permainan catur salah satu senam otak yang baik untuk mencegah demensia. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Pernah dengar istilah senam otak? Ibi adalah aktivitas atau permainan pengasah otak yang bisa memperlambat atau mencegah demensia.

Dengan kata lain, senam otak adalah latihan yang dilakukan rutin agar risiko mengalami penurunan fungsi kognitif dan demensia makin meningkat seiring bertambahnya usia.

Melansir Everyday Health, Minggu (24/5/2026) senam otak tidak hanya membuat pikiran tetap aktif, tetapi juga meningkatkan daya ingat dan kemampuan berpikir secara keseluruhan. 

Baca Juga: Sayuran Ini Tetap Tahan Lama tanpa Bantuan Kulkas
  
Oleh karena itu, melakukan senam otak secara teratur sangat dianjurkan untuk mencegah demensia. 

Berikut ini  beberapa latihan atau senam otak yang bisa dilakukan:

1. Membaca dan mencatat
Membaca sambil mencatat poin-poin penting dalam buku atau sumber bacaan lain, dapat meningkatkan fokus dan pemahaman.

Cara ini juga efektif untuk memperkuat ingatan dan melatih otak agar tetap aktif. Luangkan waktu setiap hari untuk membaca buku, artikel, atau materi lain yang menarik minat.

2. Belajar bahasa baru
Mempelajari bahasa baru adalah cara efektif untuk melatih otak agar tetap produktif. 

Aktivitas ini membantu menjaga fungsi kognitif, meningkatkan daya ingat, serta kemampuan memecahkan masalah.

Baca Juga: Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD, Ketahui Persyaratannya

Studi pada 2018 menunjukkan, bilingualisme dapat memperkuat struktur otak dan meningkatkan cadangan saraf, sehingga membantu mencegah demensia.

3. Meditasi
Meditasi bukan hanya menenangkan pikiran, tetapi juga meningkatkan perhatian dan fungsi eksekutif otak. 

Dengan rutin bermeditasi, Anda dapat memperbaiki kemampuan perencanaan dan pemecahan masalah.

Cukup duduk di tempat tenang, pejamkan mata dan fokus pada pernapasan. Tarik napas dalam-dalam, hitung sampai empat, lalu buang napas perlahan.

4. Bermain catur
Permainan catur dapat melatih otak dalam merencanakan strategi dan fokus tinggi. Hal ini menjadi pelatihan mental yang komprehensif.

Baca Juga: Masih Buron, Polres Dairi Akan Segera Terbitkan Status DPO Terhadap 2 Tersangka Penganiayaan

Penelitian membuktikan, bermain catur dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan prestasi akademik, terutama dalam matematika, pada siswa sekolah dasar dan menengah.

5. Mengisi teka-teki silang (TTS)
TTS merupakan latihan otak yang menstimulasi fungsi kognitif secara langsung. 

Dengan rutin mengisi TTS, ingatan, kemampuan memecahkan masalah, dan pengetahuan umum akan meningkat. Selain itu, TTS juga dapat memperkaya kosakata.

6. Sudoku
Sudoku merupakan permainan logika yang melibatkan berbagai area otak, termasuk korteks prefrontal.

Baca Juga: Sistem Kelistrikan Sumatera Berangsur Pulih, PLN Telah Normalkan 176 Gardu Induk Terdampak

Bermain sudoku secara rutin dapat menjadi terapi kognitif yang baik, terutama bagi penderita gangguan mental seperti depresi dan Alzheimer.

7. Bermain go
Permainan papan tradisional dari Tiongkok kuno ini membutuhkan pengambilan keputusan dan pemikiran strategis.

Bermain go dapat meningkatkan kemampuan penalaran spasial dan perencanaan jangka panjang. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan otak. (lin)

Editor : Redaksi
#daya ingat #lansia sehat #Senam Otak #kesehatan otak #demensia