Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pahami! Ini Ragam Kebiasaan di Dapur yang Bisa Menimbulkan Masalah Kesehatan

Redaksi • Jumat, 29 Mei 2026 | 09:00 WIB
ilustrasi, masak di dapur tanpa sadar memunculkan kebiasaan yang nyatanya bisa merugikan. (pexels.com)
ilustrasi, masak di dapur tanpa sadar memunculkan kebiasaan yang nyatanya bisa merugikan. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Suka atau biasa memasak? Tentu hal itu tidak salah, namun sebaiknya hindari kebiasaan di dapur yang bisa menimbulkan masalah.

Maksudnya, ada kebiasaan di dapur yang secara nyata bisa memunculkan risiko kesehatan dan biasanya kita anggap itu wajar saja.

Melansir Health, Kamis (28/5/2026), kebiasaan di dapur seperti cara menyiapkan bahan makanan, mencuci peralatan, hingga menyimpan sisa lauk bisa jadi pemicu munculnya berbagai penyakit. 

Baca Juga: Ragam Buah dengan Kandungan Gula Tinggi, dari Anggur hingga Jeruk

Berikut empat kebiasaan di dapur yang diam-diam bisa membuat Anda sakit:

1. Cuci tangan
Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, terutama ketika menangani daging atau seafood mentah.

Tidak mencuci tangan dengan benar bisa membuat kuman berbahaya berpindah ke makanan atau masuk ke tubuh saat Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Idealnya, cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, pastikan area di antara jari dan bawah kuku juga dibersihkan. 

Baca Juga: Pemkab Labusel Sembelih 56 Hewan Kurban, Daging Dibagikan untuk ASN hingga Masyarakat

Pun, jangan lupa mencuci tangan setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.

2. Tingkat kematangan
Daging ayam setengah matang mungkin terlihat lezat, tapi bisa jadi sarang bakteri berbahaya seperti Salmonella atau E. coli.

Maksudnya, banyak orang tidak memasak makanan dengan suhu yang cukup tinggi untuk membunuh bakteri.

3. Sisa makanan
Mungkin Anda berpikir menunggu makanan agak dingin sebelum dimasukkan ke kulkas adalah hal wajar. 

Namun, terlalu lama membiarkan sisa makanan di suhu ruang justru bisa memicu pertumbuhan bakteri.

Baca Juga: Kapolres Tebingtinggi Ajak Masyarakat Bersatu Perangi Narkoba

Bakteri penyebab keracunan makanan berkembang cepat pada suhu antara 4 derajat celcius hingga 60 derajat celcius. 

Karena itu, makanan panas sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin maksimal dua jam setelah disajikan.

4. Kontaminasi silang
Risiko kontaminasi silang di dapur sering kali diabaikan. Misalnya, menggunakan talenan yang sama untuk memotong daging mentah dan sayuran.

Selain itu, pastikan peralatan dapur seperti pisau, talenan, dan piring dicuci dengan air panas dan sabun setelah digunakan. 

Baca Juga: Polres Labuhanbatu  Razia THM, Pemilik Pil Ekstasi Ditangkap

Jaga pula agar daging mentah terpisah dari bahan makanan lain, baik di keranjang belanja maupun di kulkas. (lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #Masak #tips sehat #food safety #dapur