Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pola Makan Ultra-Proses Diduga Picu Lonjakan Kanker Usus pada Usia Muda

Redaksi • Selasa, 30 Juni 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi. Data International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2022 mencatat terdapat 25.997 kasus kanker kolorektal di Indonesia.(Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi. Data International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2022 mencatat terdapat 25.997 kasus kanker kolorektal di Indonesia.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Kasus kanker usus besar atau kanker kolorektal pada usia muda kini menjadi perhatian serius dunia medis. Penyakit yang selama ini identik dengan kelompok usia lanjut tersebut justru menunjukkan tren peningkatan pada generasi muda, termasuk Gen Z.

Melansir Instagram @pandemictalks, Selasa (30/6/2026), Data International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2022 mencatat terdapat 25.997 kasus kanker kolorektal di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.400 kasus terjadi pada pasien di bawah usia 40 tahun. Rinciannya, 968 kasus pada kelompok usia 30–39 tahun dan 446 kasus pada usia 20–29 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa risiko penyakit tersebut tidak lagi terbatas pada kelompok usia tua.

Para ahli menilai, peningkatan kasus ini dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor gaya hidup modern. Pola makan tinggi makanan ultra-proses, rendah serat, serta minim konsumsi buah dan sayur diduga menjadi pemicu utama. Selain itu, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, hingga perubahan komposisi bakteri usus atau mikrobioma juga turut berperan dalam meningkatkan risiko.

Baca Juga: BPN, BKAD, dan Kemenag Batu Bara Perkuat Sinergi Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf

Salah satu faktor yang paling disorot adalah tingginya konsumsi makanan ultra-proses. Hasil riset menunjukkan bahwa individu dengan asupan sekitar 10 porsi makanan ultra-proses per hari memiliki risiko 45 persen lebih tinggi untuk mengalami kanker sebelum usia 50 tahun dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi sedikit di atas tiga porsi per hari.

Makanan ultra-proses umumnya mengandung tinggi gula, garam, lemak tidak sehat, serta berbagai bahan tambahan seperti pengawet dan perisa buatan. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang diduga dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh dan mengganggu keseimbangan mikrobioma usus, yang berperan penting dalam sistem kekebalan dan metabolisme.

Para peneliti menekankan pentingnya perubahan pola hidup sejak dini sebagai langkah pencegahan. Meningkatkan konsumsi serat dari buah, sayur, dan biji-bijian utuh, mengurangi makanan cepat saji, serta rutin berolahraga menjadi kunci utama untuk menurunkan risiko kanker kolorektal di usia muda.

Baca Juga: OLX Kini Punya Kategori Mobil Baru, Pembeli Bisa Bandingkan dengan Mobil Bekas

Kesadaran masyarakat, terutama generasi muda yang hidup di tengah gaya hidup serba cepat dan praktis, dinilai perlu ditingkatkan. Tanpa perubahan signifikan dalam pola makan dan kebiasaan harian, tren peningkatan kasus ini dikhawatirkan akan terus berlanjut di masa mendatang.(lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #kanker usus #pola makan sehat #Gaya Hidup Sehat #kanker kolorektal