Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

ILO Soroti Bahaya Jam Kerja Panjang dan Stres Kerja

Redaksi • Senin, 6 Juli 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi. ILO menyoroti semakin seriusnya dampak lingkungan kerja terhadap kesehatan fisik dan mental pekerja.(Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi. ILO menyoroti semakin seriusnya dampak lingkungan kerja terhadap kesehatan fisik dan mental pekerja.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Lebih dari 840 ribu orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat masalah kesehatan yang dipicu oleh risiko psikososial di tempat kerja. Temuan ini berasal dari laporan terbaru International Labour Organization yang menyoroti semakin seriusnya dampak lingkungan kerja terhadap kesehatan fisik dan mental pekerja.

Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (6/7/2026), risiko psikososial di tempat kerja mencakup berbagai faktor seperti jam kerja yang terlalu panjang, ketidakpastian pekerjaan, tekanan kerja berlebihan, hingga perundungan dan pelecehan di lingkungan kerja. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga berkontribusi terhadap penyakit serius seperti gangguan jantung, stroke, hingga meningkatnya risiko bunuh diri.

Laporan tersebut juga mencatat dampak ekonomi yang tidak kecil. Risiko psikososial diperkirakan menyebabkan hampir 45 juta disability-adjusted life years (DALYs) hilang setiap tahun. Selain itu, kerugian ekonomi global diperkirakan mencapai 1,37% dari produk domestik bruto (PDB) dunia akibat turunnya produktivitas dan hilangnya tahun hidup sehat para pekerja.

Baca Juga: Kejuaraan Kempo Antar Dojo Sumut 2026 Sukses

Di tengah perubahan dunia kerja yang cepat, ILO menyoroti bahwa transformasi seperti digitalisasi, penggunaan kecerdasan buatan (AI), kerja jarak jauh, serta pola kerja fleksibel dapat memperbesar risiko psikososial apabila tidak dikelola dengan baik. Tanpa sistem perlindungan yang memadai, tekanan kerja justru bisa semakin meningkat.

Karena itu, ILO menekankan pentingnya perusahaan mengelola beban kerja secara wajar, memperjelas peran karyawan, serta membangun sistem pencegahan perundungan dan pelecehan di tempat kerja. Risiko psikososial juga disarankan untuk diintegrasikan ke dalam standar keselamatan dan kesehatan kerja secara menyeluruh.

Temuan ini memicu berbagai tanggapan warganet di media sosial, yang banyak mengaitkan isu tersebut dengan pengalaman kerja sehari-hari.

“Masuk akal banget, sekarang kerja makin banyak tekanan tapi gaji nggak sebanding,” tulis seorang pengguna X.

Baca Juga: Kebijakan Moneter AS Kian Longgar, Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat

“Bukan cuma capek fisik, mental juga terkuras. Banyak kantor masih belum peduli kesehatan mental karyawan,” komentar netizen lainnya.

“Work from home juga nggak selalu sehat, kadang jam kerja jadi nggak jelas,” ujar warganet lain menyoroti pola kerja baru.

“Semoga perusahaan mulai serius soal ini, bukan cuma target dan profit terus,” tambah komentar lain.

Fenomena ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental dan tekanan kerja bukan lagi persoalan individual semata, tetapi telah menjadi tantangan struktural dalam dunia kerja modern.(lin)

Editor : Redaksi
#ILO #Psikososial #Kesehatan Mental #dunia kerja #Work Life Balance