sumutpos.jawapos.com - Atas nama praktis seseorang bisa saja terjebak meminum kopi sachet atau kopi instan. Padahal, prilaku itu punya risiko kesehatan.
Namanya yang instan tentu cenderung tidak lebih baik dari yang biasa, begitu juga dengan kopi sachet, bukan?
Melansir Healthline, Selasa (14/7/2026), kopi sachet atau kopi instan merupakan jenis kopi yang telah melalui proses pengolahan.
Artinya, kopi ini bisa langsung diseduh dengan air panas, tanpa alat khusus seperti mesin espresso atau alat saring.
Baca Juga: Tunangan dengan Busana Oversize Viral, Netizen Sebut Pasangan Ini “The Real Sakinah Mawaddah Skenah”
Nyatanya, di balik kepraktisannya, ada beberapa hal yang patut dicermati. Berikut beberapa bahaya kopi sachet yang perlu ketahui:
1. Mengandung lebih banyak akrilamida
Salah satu bahaya kopi sachet yang sering dibahas adalah kandungan akrilamida.
Zat kimia ini terbentuk saat biji kopi dipanggang. Pada kopi instan, kadarnya bisa dua kali lebih tinggi dibandingkan kopi seduh biasa karena proses pengolahannya.
Paparan akrilamida dalam jumlah tinggi pada hewan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan gangguan sistem saraf.
Baca Juga: SPBU Jalan Sisingamangaraja Medan Masih Alami Antrean Panjang
Meski asupan harian dari kopi umumnya masih di bawah batas berbahaya, paparan jangka panjang tetap menjadi perhatian para peneliti.
2. Berpotensi mengiritasi lambung
Kopi instan cenderung memiliki tingkat keasaman lebih tinggi.
Pada orang dengan masalah asam lambung atau GERD, kondisi ini dapat memicu rasa perih, mual, atau sensasi terbakar di dada.
Beberapa studi juga menemukan gejala refluks asam bisa lebih mudah kambuh setelah mengonsumsi kopi instan dibandingkan kopi saring atau cold brew.
3. Efek pada jantung dan sistem saraf
Kombinasi kafein dan senyawa bioaktif dalam kopi instan dapat meningkatkan detak jantung dan menimbulkan rasa gelisah, terutama pada individu yang sensitif.
Baca Juga: LAPK Desak Pertamina dan Pemerintah Jujur Ungkap Penyebab Antrean BBM di Sumut
Selain itu, kopi instan umumnya mengandung lebih sedikit cafestol dan kahweol dibandingkan kopi seduh.
Kedua senyawa ini diketahui memiliki potensi efek perlindungan terhadap kesehatan jantung. Artinya, manfaat perlindungan kardiovaskularnya bisa sedikit lebih rendah.
4. Kandungan nutrisi terbatas
Seperti kopi pada umumnya, kopi instan tetap mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan proses pengolahan kopi instan dapat meningkatkan kadar antioksidan tertentu.
Baca Juga: Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp203 Miliar di 2026
Meski begitu, dari sisi nutrisi, satu cangkir kopi instan umumnya hanya mengandung sekitar 7 kalori serta sedikit kalium, magnesium, dan vitamin B3 (niasin). Artinya, kontribusi gizinya relatif kecil.
5. Kandungan kafein bisa menimbulkan efek samping
Dalam satu cangkir kopi instan (sekitar satu sendok teh bubuk), terkandung 30-90 mg kafein.
Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan kopi seduh biasa yang bisa mencapai 70-140 mg per cangkir.
Baca Juga: Panen Raya Kangkung di Rutan Sidikalang, Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan dan Kemandirian
Meski demikian, konsumsi kafein berlebihan tetap berisiko menyebabkan jantung berdebar, rasa cemas, sulit tidur, hingga gangguan lambung.
Bagi individu yang sensitif, bahkan jumlah kecil kafein pun bisa memicu keluhan.
6. Kapasitas antioksidan bisa berkurang
Meski tetap mengandung antioksidan, proses pengolahan kopi instan dapat menurunkan kapasitas antioksidannya hingga sekitar 40 persen.
Penurunan ini berpotensi mengurangi efek perlindungan terhadap stres oksidatif yang berkaitan dengan penuaan dan berbagai penyakit degeneratif.(lin)
Editor : Redaksi