sumutpos.jawapos.com - Lendir di tenggorokan memang berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh. Kerap hadir saat pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan.
Namun, produksi lendir yang berlebihan bisa memicu batuk terus-menerus, rasa sesak, hingga nyeri dada.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, lendir yang menumpuk juga berisiko meningkatkan infeksi lanjutan, termasuk pneumonia.
Melansir Verywell Health, Rabu (15/7/2026) ketika konsistensinya terlalu kental dan sulit dikeluarkan, lendir justru dapat menyumbat saluran napas dan memperparah peradangan.
Baca Juga: Tunangan dengan Busana Oversize Viral, Netizen Sebut Pasangan Ini “The Real Sakinah Mawaddah Skenah”
Berikut sejumlah cara menghilangkan lendir di tenggorokan dengan metode alami:
1. Konsumsi madu
Madu dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu meredakan batuk, terutama pada malam hari pada anak-anak.
Beberapa penelitian menunjukkan madu lebih efektif dibandingkan tanpa pengobatan atau plasebo dalam meredakan batuk.
Meski begitu, efektivitasnya dapat berbeda pada setiap individu.
2. Berkumur dengan air garam
Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu melonggarkan dan mengencerkan lendir.
Baca Juga: Curi Emas dan Bakar Rumah Hakim PN Medan, Mantan Sopir Dituntut 7 Tahun Penjara
Air garam hangat bekerja dengan memecah lendir berlebih di tenggorokan.
Campurkan satu cangkir air hangat dengan ½ hingga ¾ sendok teh garam. Gunakan untuk berkumur selama 30-60 detik, lalu buang.
3. Perbanyak minum cairan hangat
Cairan hangat dapat membantu mengencerkan lendir yang kental sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk.
Teh hangat, kaldu, atau air hangat dengan perasan lemon bisa menjadi pilihan.
Teh hijau juga mengandung antioksidan yang berpotensi membantu mengurangi peradangan di saluran napas. Namun, efektivitasnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
4. Menghirup udara lembap
Udara lembap dapat membantu melonggarkan lendir . Anda bisa menggunakan humidifier atau menghirup uap air hangat.
Cara sederhana lainnya adalah mandi air hangat atau duduk di kamar mandi dengan pancuran menyala agar uapnya terhirup.
Baca Juga: Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp203 Miliar di 2026
Uap membantu membuka saluran napas dan memudahkan lendir keluar saat batuk.
5. Konsumsi bahan herbal
Beberapa bahan herbal seperti jahe, kunyit, dan bawang putih diketahui memiliki sifat antiinflamasi.
Jahe dapat membantu meredakan iritasi tenggorokan. Kurkumin dalam kunyit berpotensi menekan peradangan, sedangkan senyawa aktif dalam bawang putih pada studi laboratorium hewan menunjukkan kemampuan mengurangi produksi lendir.
Meski demikian, bukti klinis pada manusia masih terbatas.
6. Gunakan minyak esensial
Minyak peppermint (mentol) dan eucalyptus sering digunakan untuk membantu pernapasan terasa lebih lega.
Mentol dapat memberikan sensasi lega dan membantu mengurangi rasa tersumbat.
Minyak eucalyptus kerap ditemukan dalam balsem atau produk pelega napas. Penggunaan secara topikal (dioleskan pada dada) atau dihirup sebagai uap dapat membantu meredakan kongesti.
Namun, minyak esensial harus diencerkan sebelum digunakan dan tidak boleh diminum langsung. Eucalyptus murni yang tertelan dapat berbahaya. (lin)
Editor : Redaksi