sumutpos.jawapos.com - Sebagian orang lebih memilih kuteks gel ketimbang kuteks biasa untuk menghias kuku, meski proses pengeringannya memerlukan sinar ultraviolet.
Pasalnya, tak bisa dimungkiri, kuku yang indah turut menunjang penampilan dan ragam hias kuku mampu menggoda orang untuk mencoba gaya gel manicure atau kuteks gel terbaru.
Melansir Cleveland Clinic, Minggu (19/7/2026), namun rupanya menggunakan kuteks gel terlalu sering bisa memicu sejumlah efek samping.
Baca Juga: BMKG: Sepekan Kedepan Sumut Dilanda Hujan Lebat, Masyarakat Diimbau Waspada
Berikut beberapa konsekuensi penggunaan gel manicure atau kuteks gel:
1. Paparan ultraviolet
Proses pengeringan kuteks gel melibatkan sinar ultraviolet.
Sekali dua kali mungkin tak masalah terkena paparan ultraviolet. Namun saat terlalu sering, tentu bisa menimbulkan masalah.
2. Kerusakan pada kulit dan kuku
Meski prosesnya tidak melibatkan sinar ultraviolet, bukan berarti gel manicure tetap aman.
Ada begitu banyak bahan kimia pada kuteks gel yang dapat merusak kulit dan kuku.
Baca Juga: Awas! Ini Ragam Tingkah Wisatawan yang Dianggap Kurang Sopan saat Berlibur
Kuteks gel mengandung akrilat dan metakrilat yang dapat memicu reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.
Kemudian menghapus kuteks gel, jika tidak dilakukan dengan hati-hati, dapat memicu kerusakan kuku. Umumnya kerusakan berupa kuku retak dan mengelupas.
Selain itu, kuku dapat menjadi kering dan kasar terutama saat tidak ada jeda setelah mengecat kuku. (lin)
Editor : Redaksi