Sumutpos.jawapos.com – Banyak orang merasa sudah menjalani pola makan sehat dan rutin berolahraga, tetapi angka di timbangan tetap tak bergerak. Kondisi ini kerap memunculkan anggapan bahwa diet yang dijalani tidak berhasil, padahal penurunan berat badan tidak hanya ditentukan oleh jumlah kalori yang dikonsumsi.
Dilansir dari RBC.Ukraina, seorang dokter spesialis endokrin, terapis, sekaligus ahli diagnostik klinis Olena Domanska menjelaskan bahwa keberhasilan menurunkan berat badan dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari kualitas makanan, keseimbangan hormon, kondisi mikrobioma usus, hingga pola tidur dan tingkat stres.
Menurutnya, konsep "makan sehat" sering kali disalahartikan sebagai sekadar mengonsumsi makanan rendah kalori atau mengikuti tren diet tertentu. Padahal, tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua orang.
"Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak makanan yang dikonsumsi, tetapi juga komposisi, keberagaman, serta tingkat pengolahan makanan tersebut," jelas Domanska.
Baca Juga: Angga Yunanda Haru Saksikan Ketangguhan Shenina Cinnamon Melahirkan Putra Pertama Secara Normal
Kesehatan Usus Berperan Penting
Salah satu faktor yang kerap luput dari perhatian adalah kesehatan mikrobioma usus, yakni kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan dan berperan dalam proses pencernaan serta penyerapan nutrisi.
Domanska mengatakan mikrobioma yang sehat membantu tubuh memanfaatkan nutrisi secara optimal dan mendukung berbagai fungsi metabolisme.
Untuk menjaga keseimbangan mikrobioma, ia menyarankan konsumsi makanan hasil fermentasi alami, seperti sayuran fermentasi, sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Sebaliknya, konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan dapat mengurangi keberagaman mikrobioma usus yang berpotensi memengaruhi kesehatan metabolisme.
Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Kalori
Alih-alih hanya menghitung kalori, Domanska menganjurkan masyarakat lebih memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Ia merekomendasikan memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan beri yang sedang musim, serta memastikan setiap menu harian mengandung variasi sumber protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks.
Baca Juga: Garuda Wajib Menang! Herdman Genjot Mental dan Strategi Hadapi Singapura
Selain itu, jadwal makan yang teratur juga dinilai berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Banyak Faktor Memengaruhi Berat Badan
Domanska menegaskan bahwa berat badan merupakan hasil interaksi berbagai faktor, bukan semata-mata karena pola makan.
Keseimbangan hormon, aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres, hingga kondisi medis tertentu dapat memengaruhi kemampuan seseorang menurunkan berat badan.
Karena itu, apabila berat badan tidak kunjung berubah meski telah menjalani pola hidup sehat dalam waktu yang cukup lama, ia menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebab yang mendasari, sehingga program penurunan berat badan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Pada akhirnya, gaya hidup sehat bukan tentang menjalani diet ekstrem atau mengikuti tren sesaat. Kunci utamanya adalah menerapkan pola makan bergizi seimbang, rutin beraktivitas fisik, menjaga kualitas tidur, serta memahami kebutuhan tubuh secara menyeluruh. (net/han)
Editor : Johan Panjaitan