sumutpos.jawapos.com - Perhatikanlah, ketika makan, ada sebagian orang yang meletakkan nasi putih sangat banyak di piring, sementara lauknya sedikit.
Kenyataan ini cenderung wajar karena nasi putih dianggap sebagai makanan utama, sedangkan lauknya hanya pelengkap.
Nyatanya, tidak semua orang bisa begitu. Ada beberapa kalangan atau kelompok orang yang harus membatasi konsumsi nasi putih.
Melansir Healthline, Kamis (3/9/2026), ini terkait dengan kandungan serat yang rendah membuat nasi putih dicerna lebih cepat oleh tubuh sehingga dapat mempengaruhi respon gula darah.
Baca Juga: 34 Mahasiswa UINSU Beri Dampak Nyata bagi Warga Lewat KKN di Huta III Dolok Simalungun
Selain itu, konsumsi nasi putih berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan berat badan.
Oleh sebab itu, memahami batas konsumsi yang sesuai menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.
Berikut kelompok orang yang perlu mengurangi makan nasi putih menurut penelitian:
1. Penderita diabetes atau pradiabetes
Salah satu kelompok orang yang perlu mengurangi makan nasi putih adalah penderita diabetes maupun pradiabetes.
Nasi putih memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih tinggi dibandingkan beras merah, sehingga tubuh lebih cepat mengubah karbohidrat menjadi gula yang masuk ke aliran darah.
Kondisi ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah setelah makan.
Baca Juga: Tren Hidup Sehat Makin Kuat, Industri Alkohol Mulai Kehilangan Peminum Muda
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi nasi putih dalam jumlah besar secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya mengatur porsi nasi putih dan mempertimbangkan sumber karbohidrat yang lebih kaya serat.
2. Orang yang memiliki risiko sindrom metabolik
Sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi yang meliputi gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, lemak berlebih di area perut, dan kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah.
Meskipun penelitian pada manusia belum menunjukkan hubungan yang kuat antara nasi putih dan sindrom metabolik, orang yang memiliki beberapa faktor risiko tersebut tetap dianjurkan untuk membatasi konsumsi nasi putih berlebihan.
Baca Juga: Alfaland Group Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Momentum Sampaikan Apresiasi ke Pelanggan
Mengonsumsi makanan yang lebih kaya serat dapat membantu menjaga kesehatan metabolik secara keseluruhan.
3. Orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan
Orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan juga termasuk kelompok orang yang perlu mengurangi makan nasi putih.
Pasalnya, nasi putih merupakan biji-bijian olahan yang memiliki kandungan serat lebih rendah dibandingkan beras merah.
Serat berperan penting dalam memberikan rasa kenyang lebih lama.
Baca Juga: Pesta Ultah di Tengah Kabut Asap, Sikap Pejabat Disorot Publik
Sebaliknya, konsumsi nasi putih dalam porsi besar dapat membuat seseorang lebih cepat lapar dan berpotensi meningkatkan asupan kalori harian.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa konsumsi nasi putih yang tinggi berkaitan dengan peningkatan berat badan dibandingkan mereka yang lebih jarang mengonsumsinya.
4. Orang yang sering mengonsumsi karbohidrat olahan
Bagi mereka yang sehari-hari sudah banyak mengonsumsi roti putih, mi instan, kue, atau makanan olahan lainnya, tambahan nasi putih dalam jumlah besar dapat membuat asupan karbohidrat olahan menjadi semakin tinggi.
Pola makan yang didominasi karbohidrat olahan cenderung memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral yang lebih rendah.
Baca Juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Hadirkan Beragam Promo Kuliner hingga Belanja
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan metabolik dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
Karena itu, kelompok ini sebaiknya mulai mengurangi nasi putih dan memperbanyak sumber karbohidrat yang lebih bernutrisi.
5. Orang yang jarang beraktivitas fisik
Aktivitas fisik berperan penting dalam membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Pada orang yang jarang bergerak atau menjalani gaya hidup sedentari, konsumsi nasi putih dalam jumlah besar berpotensi menyebabkan kelebihan asupan energi.
Jika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar tubuh, berat badan dapat meningkat seiring waktu.
Oleh sebab itu, orang yang kurang aktif secara fisik termasuk kelompok orang yang perlu mengurangi makan nasi putih, terutama jika porsinya berlebihan dan tidak diimbangi dengan aktivitas yang memadai.(lin)
Editor : Redaksi