Perawat memeriksa kondisi dua dari empat bayi kembar yang lahir di RSIA Stella Maris, Medan, Sumatera Utara, Selasa (14/3). Bayi kembar empat, dua bayi laki-laki dan dua perempuan anak pasangan Zainedi Saputra dan Silvia Arlin yang mengikuti program kehamilan inseminasi tersebut, lahir dengan berat 1,6 kg, 1,5 kg, 1,6 kg dan 1,7 kg melalui operasi caesar.
MEDAN, SUMUTPOS.CO - Kelahiran bayi kembar empat tak cuma membawa sukacita bagi pasangan Brigadir Kepala (Bripka) Zainedi Saputra (34), dan Silvia Arlin (33), namun juga menyisahkan kerisauan. Pasalnya, untuk biaya persalinan keempat bayi kembar ini membutuhkan biaya tak sedikit. Setidaknya, Rp200 juta harus disiapkan Bripka Zainedi Saputra. Jajaran pejabat di Mapolda Sumut pun siap membantu secara patungan.
Bayi kembar 4 hasil program inseminasi, lahir di Rumah Sakit Ibu dan Anak Stella Maris, Selasa (14/3) pagi. Keempat bayi itu lahir dengan cara operasi sesar, pada usia kandungan 33 minggu. Saat ini, keempat bayi tersebut masih dirawat intensif di Neonatal Intensive Care Unit/Sick Baby Ward. Begitu juga dengan ibu keempat bayi tersebut, Silvia Arlin masih menjalani pemulihan.
Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah mengatakan, dirinya hendak menggalang bantuan untuk membiaya persalinan Silvia Arlin serta biaya perawatan empat bayi kembar. “Saya akan melaporkan ini langsung kepada Bapak Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel. Termasuk berkoordinasi dengan para pejabat utama Polda Sumut di antaranya Direktur Lalu Lintas, Kabid Dokkes, dan Karumkit,” ujar Nurfallah, kepada wartawan Kamis (16/3).
Dia sendiri mengaku telah berkunjung langsung ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSI) Stella Maris. Menurut Nurfallah, hatinya tergerak untuk berkunjung dan merasakan kebahagian serupa dengan kedua orangtua keempat bayi yang merupakan personel Polri.
“Ya, saya pribadi bertanggung jawab untuk biaya persalinan keluarga itu. Saya juga akan membantu proses perawatan keempat anaknya ke depan. Itulah yang saya koordinasikan pada teman-teman pejabat utama Polda Sumut,” ungkapnya.
Sementara itu, Bripka Zainedi Saputra yang bertugas di Satuan Provost Polres Binjai memang merasa khawatir mengingat tingginya ongkos persalinan dan perawatan keempat bayinya. Diketahui juga, Zainedi sebelumnya sudah mempunyai anak hasil program inseminasi, namun meninggal dunia pada usia dua tahun. Sementara kelahiran bayi kembar empat sudah diharapkannya sejak enam tahun lalu.
“Tapi biaya empat bayi tentu berbeda dengan persalinan satu bayi. Jadi bagaimanapun, saya tetap kepikiran mengenai masalah biaya rumah sakit,” ujarnya. Menurutnya, dari pengalaman anak pertamanya yang lahir melalui program inseminasi, biaya yang dikeluarkannya saat ini bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Waktu anak pertama dulu untuk program inseminasi saja Rp20 juta lebih. Tapi dengan biaya perawatan dan pengobatan semua menjadi Rp 30 juta lebih. Tapi itu dulu di RS Sundari. Sekarang ini saya tidak tahu berapa di RSIA Stella Maris,” kata Zainedi.
Besarnya biaya tersebut lantaran keempat bayi harus menjalani perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Dokter spesialis anak yang menangani bayi kembar empat itu, Rasyidah, memperkirakan masa perawatan di NICU sekitar 3-5 pekan dengan rincian per harinya di NICU sekira Rp 5 juta.
Perawat memeriksa kondisi dua dari empat bayi kembar yang lahir di RSIA Stella Maris, Medan, Sumatera Utara, Selasa (14/3). Bayi kembar empat, dua bayi laki-laki dan dua perempuan anak pasangan Zainedi Saputra dan Silvia Arlin yang mengikuti program kehamilan inseminasi tersebut, lahir dengan berat 1,6 kg, 1,5 kg, 1,6 kg dan 1,7 kg melalui operasi caesar.
Karena itu, dalam satu hari biaya perawatan untuk empat bayi kembar sekitar Rp20 juta. Bila perawatan di NICU selama tiga pekan, maka total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 200 juta. Pada bagian lain, Zainedi beralasan, tidak menggunakan fasilitas Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena sudah mengetahui bayinya kembar empat yang risiko kelahirannya lebih tinggi. Alasan itulah membuat dia memutuskan persalinan istrinya di RSIA Stella Maris demi keselamatan istri dan anak-anaknya.
Zainedi juga sudah berkomunikasi dengan keluarga untuk membicarakan masalah biaya, tapi tidak semuanya bisa membantu. Selain itu, juga sudah menghadap pimpinan untuk meminta bantuan. Namun, itu juga belum mencukupi untuk menutupi total biaya yang dibutuhkan.
Sebelumnya, Zainedi mengaku tidak ada merencanakan untuk anak kembar. Terlebih sampai kembar 4. "Namun isteri saya memang sempat bermimpi mendapat 4 ekor burung," ungkap Zainedi.
Saat istrinya hamil, dia melihat ukuran perut isterinya sangat besar. Terlebih di usia kehamilan 5 bulan, perut isterinya sangat besar, hingga susah berjalan. Namun, dirinya masih tidak curiga. Dirinya mengetahui istrinya mengandung bayi kembar 4, berdasar pemeriksaan rutin oleh dokter. Sejak mengetahui istrinya mengandung empat bayi kembar, pelayanan atas isterinya pun berbeda dari biasanya.
Disebutkannya, program inseminasi yang diikutinya bersama istrinya ini adalah yang kedua. Yang pertama, istrinya melahirkan bayi perempuan pada 6 Agustus 2013 lalu. Namun, anak pertamanya itu meninggal dunia akibat DBD pada 23 Desember 2015.
" Setelah anak pertama kami meninggal dunia, kami mencoba bersabar untuk mendapatkan anak lagi. Namun, karena 3 tahun tidak kunjung mendapatkan anak, maka kami putuskan mengikuti program insemimasi lagi, hingga akhirnya diberi anak kembar 4, " lanjut pria yang tinggal di Komplek Sri Gunting, Sunggal Kanan, Delisersang itu.
Sementara saat ditanya apakah akan menggunakan baby siter untuk merawat 4 anaknya, Zaenadi juga mengaku belum dapat memastikan. " Kalau untuk nama, sudah saya siapkan. Untuk anak pertama akan saya beri nama Ralin Sakinah, anak kedua Inayah Sakinah, anak ketiga Imam Al-Rasyid dan yang bungsu Muhammad Azka," tandas Zaenadi.
Sementara ketua tim dokter yang menangani persalinan Silvia Arlin, Binarwan Halim mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk program inseminasi mencapai sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta. Namun, Binarwan enggan menyebutkan berapa jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk kelahiran dan perawatan keempat bayi kembar tadi. “Terkait biaya itu bervariasi, tergantung kondisi bayi dan ibunya,” katanya. (mag-1) Editor : Admin-1 Sumut Pos