Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Angka Kecelakaan di Sumut Meningkat 4,2 Persen, Sehari Rata-rata 4 Kasus Lakalantas

Admin SP • Rabu, 13 Maret 2024 | 14:32 WIB
APEL: Pj Gubernur Sumut, Hassanudin saat mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba Tahun 2024.(dok Pemprov Sumut)
APEL: Pj Gubernur Sumut, Hassanudin saat mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba Tahun 2024.(dok Pemprov Sumut)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mendorong masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan dan keamanan berlalu lintas. Hal ini berguna untuk keselamatan diri sendiri dan juga orang lain saat berkendara di jalan raya.


Hal itu diungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin usai Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2024 di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Rabu (13/3/2024).


Berdasarkan data yang diterima di Polda Sumut tahun 2023, terdapat 6.739 kasus kecelakaan lalu lintas, angka ini meningkat 4,2 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 6.465 kasus. Karena itu, menurut Hassanudin, perlu adanya upaya peningkatan disiplin berlalu lintas di masyarakat.

“Kecelakaan lalu lintas tidak jarang juga merugikan orang lain yang tidak bersalah, dan tidak jarang juga fatal akibatnya, jadi masyarakat diimbau untuk meningkatkan kedisiplinan di jalan raya, bukan cuma patuh terkait peraturan, tetapi juga etika di jalan,” kata Hassanudin.


Sedangkan berdasarkan data dari Polri dari Januari hingga akhir Desember tahun 2023, Sumut masuk 10 besar terkait tingkat kecelakaan lalu lintas. Tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi ada di Provinsi Jawa Timur yaitu 31.992 kasus disusul 31.581 kasus dan DKI Jakarta 11.530 kasus.

“Bila kita rata-ratakan dengan jumlah pengguna jalan kita setiap hari ada empat kasus kecelakaan lalu lintas, ini cukup tinggi, karena itu disiplinlah berlalu lintas wajib untuk siapa-siapa, untuk keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” kata Hassanudin.


Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan Operasi Keselamatan Toba 2024 akan berlangsung selama 14 hari terhitung Selasa (12/3/2024). Target-target operasinya antara lain titik rawan kemacetan, kecelakaan, dan rawan pelanggaran.

“Ini upaya kita meningkatkan kedisiplinan masyarakat berlalu lintas, menurunkan angka fatalitas dan pelanggaran lalu lintas, juga terciptanya situasi Kamseltibcar Lantas (Keamanan Keselamatan Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas),” kata Agung Setya Imam Effendi.

Operasi Keselamatan Toba 2024 akan melibatkan sekitar 1.906 personel Polri dari berbagai satuan. Petugas diharapkan bersikap profesional dan humanis saat bertugas serta bertindak proporsional.

“Selama di tahun 2023 ada 209.770 penindakan, 50.427 tilang dan 159.343 teguran, kami melakukan tilang karena pelanggaran yang dilakukan berat,” kata Agung Setya Imam Effendi.


Pada kesempatan ini, Polda Sumut bekerja sama dengan pelopor-pelopor keselamatan lalu lintas antara lain siswa-siswi SMA, komunitas sepeda motor dan kelompok masyarakat. Diharapkan para pelopor keselamatan berlalu lintas bisa membantu Kepolisian dalam hal sosialisasi dan edukasi.

“Poin utamanya ada edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran di masyarakat, kita harap target-target kita dalam operasi ini bisa tercapai,” katanya.(gus/han)

teks foto: APEL: Pj Gubernur Sumut, Hassanudin saat mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba Tahun 2024.(dok Pemprov Sumut)

Editor : Redaksi
#angka kecelakaan #Kasus lakalantas