MEDAN, SUMUTPOS.CO- Unit Pelayanan Teknis (UPT) Asrama Haji Medan, memastikan persiapan dalam menyambut calon jamaah haji (CJH) Sumatera Utara, telah mencapai 95 persen. Untuk menampung tamu-tamu Allah tersebut, Asrama Haji Medan telah menyediakan 160 kamar.
"Pada prinsipnya kita siap untuk melayani jamaah haji tahun 2024 ini. Persiapan kita sampai saat ini, sudah mencapai 95 persen kita sudah siap. Baik itu di aula penerimaan, aula pemberangkatan, ruang makan, dapur dan akomodasi untuk jamaah haji," ungkap Kepala UPT Asrama Haji Medan, H Ramlan Sudarto, kepada wartawan, Jumat (26/4).
Ramlan mengatakan, nantinya para CJH akan ditampung di Gedung Madinah Al Munawwarah, sebelum diberangkatkan ke tanah suci. "Untuk jamaah hajinya ada kita sediakan 160 kamar itu di Gedung Madinah Al Munawwarah, dengan kapasitas bet itu kurang lebih 404," jelasnya.
Sementara, untuk jamaah dengan risiko tinggi (risti) seperti jamaah lanjut usia (lansia), pihaknya akan memudahkan jamaah tersebut untuk menginap di lantai Gedung Al Munawwarah. "Untuk jamaah resti dan lansia kita khususkan di lantai, jadi supaya mereka itu tidak naik turun. Karna yang namanya resti dan lansia itu kalau itu naik turun menggunakan fasilitas lift itu kan, agak riskan juga kita," katanya.
Sesuai motto Kementerian Agama, jamaah ramah lansia, pihaknya pun menekankan akan memberikan pelayanan khusus terhadap jamaah lansia. Utamanya pelayanan khusus saat makan.
"Jadi ruang makan itu kita pisahkan antara jamaah yang sehat, uzur dan resti. Kalau untuk jamaah yang sehat di embarkasi Medan ini, kita siapkan di Gedung Bir Ali. Kalau untuk yang resti dan uzur, kita siapkan di Gedung Madinah Al Munawwarah," pungkas Ramlan.
Sebagaimana diketahui, nantinya Embarkasi Medan akan menampung 8.624 CJH yang dibagi kedalam 25 kelompok terbang (kloter).
Sebelumnya, menjelang masuk asrama, Kepala Kanwil Kemenag Sumut, H Ahmad Qosbi memastikan visa CJH akan tuntas akhir April 2024. "Kita semua provinsi diharapkan mengusulkan pra manifes paling lambat tanggal 30 April 2024. Artinya, semua harus selesai dan tidak ada kendala lagi,” ujarnya.
Menurutnya, itu sesuai instruksi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar tidak ada lagi jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) belum memiliki visa haji. “Kami terus berupaya agar tidak ada kendala jamaah yang tertunda berangkatnya karena visa belum keluar,” ungkapnya.
Qosbi menjelaskan, proses pembuatan visa bagi haji adalah melalui mekanisme aplikasi, yaitu dimulai dengan perekaman biometrik jamaah haji dengan aplikasi bio visa dan selanjutnya menginput dan mengupload dokumen seperti paspor dan lainnya sehingga untuk permintaan visa haji di Kedutaan Arab Saudi tidak lagi melalui dokumen manual tetapi sudah melalui sistem aplikasi.
"Perbedaan nama dan tanggal lahir yang tak signifikan, maka harus menggunakan surat keterangan atau berita acara pemeriksaan di kabupaten/kota," katanya. (man/adz)
Editor : Redaksi