Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tolak Tapera dan Kenaikan HET Beras, Buruh Sumut akan Geruduk Kantor Gubsu, DPRD dan Bulog

Admin SP • Kamis, 6 Juni 2024 | 20:14 WIB
DAMPINGI: Ketua Partai Buruh Sumut sekaligus Ketua DPW FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo didampingi Sekretaris Partai Buruh Sumut, Ijon Tuah Hamonangan Purba. Sumut Pos/Dokumen Pribadi
DAMPINGI: Ketua Partai Buruh Sumut sekaligus Ketua DPW FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo didampingi Sekretaris Partai Buruh Sumut, Ijon Tuah Hamonangan Purba. Sumut Pos/Dokumen Pribadi

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Sebagai bentuk penolakan buruh terhadap Peraturan Pemerintah Tabungan Perumahan Rakyat (PP Tapera) yang dinilai semakin memiskinkan kaum buruh di Indonesia serta kenaikan Harga Eceran Terakhir (HET) beras, Partai Buruh Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumut, DPRD Sumut dan Perum Bulog Sumut, pada Selasa(11/6/2024) mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (6/6/2024).

"Kami menolak Tapera, upah buruh sudah tidak naik masih mau dipotong untuk Tapera, dan kami protes harga beras terus mengalami kenaikan signifikan di Sumut, Bulog harus segera menurunkan HET beras untuk rakyat Sumatera Utara," ujarnya didampingi Sekretaris Partai Buruh Sumut, Ijon Tuah Hamonangan Purba.

Willy menjelaskan, sudah hampir seluruh elemen masyarakat menolak Tapera, baik secara aksi protes maupun bersuara di media sosial (medsos). Karena itu, sudah sepantasnya Pemerintah mendengarkan dan tidak memaksakan kehendaknya tanpa persetujuan rakyat.

"Regulasi yang dibuat Pemerintah sebenarnya selalu di protes rakyat, mulai dari UU Cipta Kerja dan peraturan lainnya, seperti Tapera, tapi terkesan Pemerintah tidak menggubris protes rakyat. Maka kita akan terus demo untuk menyuarakan keadilan dan kesejahteraan rakyat," tegas Willy yang Juga merupakan Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut ini.

Terkait kenaikan harga beras, secara tegas Willy meminta, agar Bulog Sumut mencabut keputusan kenaikan HET beras di Sumut. Mengingat hanya menguntungkan pengusaha atau kilang besar produsen beras semata, bukan menguntungkan petani.

Menurutnya, jika kebijakan ini dibiarkan, maka dapat melemahkan lesunya ekonomi di Sumut, akibat daya beli masyarakat yang makin minim.

"Petani tidak untung, konsumen dalam hal ini masyarakat Sumut malah buntung, daya beli akan anjlok, semua hasil produksi tidak akan laku di pasaran. Maka semua sektor jadi lesu dan makin terpuruk. Bulog tolong turunkan kembali HET beras di Sumut sekarang juga," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Partai Buruh Sumut, Ijon Tuah Hamonangan Purba menambahkan, dalam aksi nanti Partai buruh akan menurunkan 500 orang kader partai buruh yang meliputi dari serikat perkerja/serikat buruh, petani nelayan dan rakyat kecil.

Adapun, sambung Ijon, massa aksi berasal dari daerah Medan, Deliserdang, Serdangbedagai (Sergai) dan Langkat.

"Titik kumpul massa aksi nantinya di depan Istana Maimun Medan, pada pukul 10.00 WIB. Kemudian massa long march menuju Kantor Gubsu, DPRD Sumut dan terakhir ke kantor Bulog Sumut. Aksi kita damai, semoga tuntutan kita dipenuhi terkait penolakan Tapera, dan khusus Bulog Sumut kita minta agar segera merevisi kebijakan HET Beras yang menyengsarakan rakyat Sumut," pungkasnya. (dwi/han)

Editor : Redaksi
#tolak tapera #Kantor Gubsu