MEDAN, SUMUTPOS.CO - Setelah hilang selama 26 jam, Arif Pranata (21) yang merupakan korban hanyut, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Selasa (7/1/2025) Pukul 17.32 WIB, di aliran Sungai Bederah yang berada di sekitar Jalan Benteng, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.
Diketahui, korban hanyut di aliran Sungai Bederah di kawasan Jalan Monel Anwar Lingkungan 9 Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan pada Senin (6/1/2025) Pukul 15.30 WIB.
"Korban hanyut di Sungai Bedera, Kelurahan Terjun, Medan Marelan sudah berhasil ditemukan kemarin sore. Tim Gabungan BASARNAS dan BPBD Kota Medan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia," ucap Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari kepada Sumut Pos, Rabu (8/1/2025) pagi.
Dijelaskan Yunita, awalnya korban sedang berenang bersama teman- temannya dan melompat-lompat di pinggiran Sungai Bederah. Setelah melompat, korban justru terbawa derasnya arus air sungai.
"Saat itu meminta tolong kepada temannya, tetapi korban tidak bisa di selamatkan akibat arus air yang terlalu deras," jelasnya.
Usai mendapatkan laporan adanya korban hanyut, Tim gabungan BNPP (BASARNAS) dan BPBD Kota Medan langsung melakukan pencarian terhadap korban dengan menyusuri aliran Sungai Bederah.
"Begitu korban ditemukan kemarin sore, tim langsung menyerahkan jenazahnya ke pihak keluarga untuk disemayamkan," ujarnya.
Yunita pun mengimbau kepada warga Kota Medan agar tidak bermain-bermain di kawasan aliran sungai. Apalagi saat ini kondisi intensitas hujan terbilang cukup tinggi, khususnya di kawasan pegunungan yang membuat arus air sungai menjadi deras.
"Kita mengimbau agar saat ini warga Kota Medan, khususnya yang tinggal di kawasan DAS (daerah aliran sungai) dapat mengurangi aktivitasnya di seputaran sungai. Tetap waspada dan selalu berhati-hati," pungkasnya.
(map/han)