MEDAN, SUMUTPOS.CO - Seorang siswa kelas 4 SD di Kota Medan, harus belajar di lantai karena menunggak uang sekolah selama 3 bulan, viral di media sosial. Peristiwa yang bikin heboh media massa dan media sosial itu pun menarik perhatian Anggota DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh MSP.
Menurut Muhammad Nuh, peristiwa itu tidak seharusnya terjadi jika pihak sekolah mengutamakan pendekatan persuasif. "Harus dicari tau dulu akar permasalahannya. Ditanya dulu, kenapa dia sampai tidak bisa membayar SPP selama 3 bulan?" ujar Nuh dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Sabtu (11/1/2025).
Lagi pula, sebut Nuh, masih bisa dicari solusi dari persoalan itu. "Kalau dilakukan pendekatan persuasif, kan banyak solusi yang bisa dilakukan. Ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), ada program orang tua asuh dari Pemko Medan dan dari lembaga Zakat. Ini bisa kita manfaatkan," ungkap Nuh.
Ia berharap, pihak sekolah jangan mudah mentok ketika ada masalah. "Kalau pendidik saja gampang mentok, apalagi yang dididik. Kita ingin anak-anak ini memiliki masa depan yang cerah sehingga Indonesia Emas 2045 dapat terwujud," ujarnya.
M Muh yang saat ini juga diamanahi sebagai Pembina Pesantren Al-Uswah Langkat meminta, Pemko Medan harus bertanggung jawab atas peristiwa ini. "Kan ada dana BOS dari pemerintah, setidaknya dengan adanya BOS meskipun belum bisa membuat SPP menjadi gratis bagi sekolah swasta, paling tidak bisa menekan biaya SPP yang ada saat ini," katanya.
"Saya berharap Pemko Medan dapat meng-clear-kan masalah ini dengan cepat dan tepat. Harapan saya, kejadian ini tidak akan pernah terulang lagi dimasa yang akan datang," pungkasnya. (adz)
Editor : Redaksi