MEDAN, SUMUTPOS.CO-Guru Besar Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Prof Dr Ivan Elisabeth Purba MKes meminta wali kota terpilih se-Indonesia hasil Pilkada serentak tahun 2024 yang segera dilantik pada bulan Februari 2025 ini dapat mewujudkan kota sehat di daerahnya masing-masing.
Guru besar dalam ranting atau kepakaran manajemen perencanaan wilayah berbasis kesehatan yang juga rektor USM Indonesia ini menegaskan bahwa terwujudnya kota sehat sebagai kontribusi daerah untuk Indonesia Emas pada tahun 2045.
Hal ini disampaikan Prof Dr Ivan Elisabeth Purba MKes didampingi Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM, Rinawati Sembiring MKes PhD (wakil rektor IV) dan Dr Adv Sherhan Munthe MH (dekan fakultas hukum) kepada media di kampus, Rabu (5/2).
Prof Dr Ivan Elisabeth Purba MKes, orangtua dari Jeremy Mulia Bastanta Ginting MPsi, Joey Zahary Parlaungan Ginting SE dan Datitha Imaro Chevanya Ginting, dijadwalkan Kamis (6/2) dikukuhkan sebagai guru besar di Hall Ign Washington Purba Kampus USM Indonesia.
Saat pengukuhan, alumni S2 Ilmu Administrasi Kebijakan Kesehatan USU dan S3 Perencanaan Wilayah USU tersebut akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul 'Kota Sehat: Kontribusi Daerah untuk Indonesia Emas 2045'.
Menurut dewan penasehat Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana (FPT-PRB) Sumut, pengembangan daerah didasarkan pada suatu perencanaan yang matang dan terkoordinasi dengan baik dalam jangka panjang, bertahap, komprehensif, sistematik dan memperhatikan potensi wilayah.
Perkembangan kota sehat di Sumut, lanjut Prof Dr Ivan Elisabeth Purba MKes, masih perlu mendapat perhatian pemerintah. Intensifikasi promosi kota sehat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat perlu dilakukan secara simultan dengan kegiatan pengembangan kota sehat melalui stakeholder ditingkat kecamatan, desa/kelurahan hingga dusun maupun RT/RW.
''Pembelajaran yang dapat dipetik dari pandemi covid-19 tahun di Indonesia adalah keseriusan pemerintah pusat dan daerah melaksanakan kota sehat yang efektif dan efisien dengan didukung pendanaan, sumber daya manusia yang memadai, kerja sama lintas program dan lintas sektor serta peran masyarakat,'' ujar tokoh pendidikan yang juga asesor kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tersebut.
Ditegaskan Prof Dr Ivan Elisabeth Purba MKes, kota sehat berkontribusi terhadap pencapaian visi Indonesia Emas 2045 yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan ekonomi kuat dan masyarakat yang sehat.
Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM mengapresiasi pencapaian rektor meraih guru besar USM Indonesia. Ia berharap prestasi ini terutama menjadi inspirasi bagi sivitas akademika di USM Indonesia.
Diantara tamu yang akan hadir pada kegiatan pengukuhan guru besar adalah Prof Dr Rizanda Machmud MKes (pengurus pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia), Tonika Tohri SKp MKep (Itekes Rajawali Bandung), Eny Kusmiran,
Dr Ridwan M Thaha MSc (wakil ketua Kolegium Kesehatan Masyarakat Republik Indonesia), Komang Setiabudi, Ni Luh Sumenasa dan Fitriyadi .
Kemudian Prof Dr dr Grace Debbie Kandou MKes (pengurus daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Provinsi Sulawesi Utara), Prof Dr Ede Surya Darmawan MDM (ketua Kolegium Kesehatan Masyarakat RI), Dr dr Santi Martini MKes (Sekjen Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia), Dr Rita Prima Bendriyanti MSi (wakil rektor II Universitas Dehasen Bengkulu, Rina Julita, Lalang Saksono SE MP (Universitas Islam Jakarta), Dr Hadi,
Dimas Andyan Indra, Prof Dr Rico Januar Sitorus MEpid, Dedi Supratman SKM MKM (ketua umum pengurus pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia), Prof Dr drg Wahyu Sulistiadi, Prof Dr Besral MSc (ketua divisi pengembangan kurikulum pendidikan, profesi dan pelatihan AIPTKMI)'
dr Agustin Kusumayati MSc PhD (Lembaga Pengembangan Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan) serta Prof Sabarinah. (dmp)