MEDAN, SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), telah menyelesaikan pengerjaan pembangunan Sub Drainase (Subdrain) di Jalan Sunggal dan Jalan T.B Simatupang sejak akhir tahun 2024 lalu.
Namun, pengerjaan subdrain yang akan mengatasi masalah banjir di kawasan Sunggal dan sekitarnya itu memberikan dampak pada kondisi badan Jalan Sunggal, khususnya kawasan Pasar Sunggal yang padat akan aktivitas masyarakat.
Terkait belum dilakukannya pengaspalan di Jalan Sunggal dan Jalan TB Simatupang yang rusak pasca pengerjaan Subdrain selesai, Plt Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Ir Gibson Panjaitan ST MM, mengatakan pihaknya segera akan melakukan perbaikan.
"Tentu usai pengerjaan subdrain ada dampak terhadap kondisi jalan, karena pemasangan subdrain itu kan harus melalui proses penggalian (tanah). Tapi tentu kondisi ini sudah menjadi perhatian kita," ucap Gibson Panjaitan kepada Sumut Pos, Jumat (21/3/2025).
Dikatakan Gibson, usai subdrain dipasang, Dinas SDABMBK Kota Medan memang tidak ingin terburu-buru untuk melakukan pengaspalan jalan.
"Sebab kita ingin memastikan dulu, bahwa tidak ada masalah usai proses pengerjaan subdrain. Kita ingin memastikan bahwa subdrain yang dipasang berfungsi secara maksimal, karena ini penting untuk mengatasi masalah genangan di daerah tersebut," ujarnya.
Saat ini, sambung Gibson, pihaknya sudah memastikan bahwa subdrain tersebut telah berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu, Dinas SDABMBK Kota Medan akan segera melakukan perbaikan berupa pengaspalan di Jalan Sunggal dan Jalan T.B Simatupang yang berdampak proses pengerjaan subdrain tersebut.
"Jalan Sunggal dan sekitarnya tersebut akan kita lakukan perbaikan dengan melakukan pengaspalan. Pengerjaan jalan itu sudah masuk dalam rencana kerja tahun ini," katanya.
Dijelaskan Gibson, saat ini rencana proses pengerjaan Jalan Sunggal dan Jalan T.B Simatupang tersebut sedang masuk dalam tahap persiapan. Rencananya, pengerjaan akan dimulai usai libur Idul Fitri 2025.
"Rencananya pengerjaan akan kita mulai selesai lebaran nanti," pungkasnya.
Seperti diketahui, pengerjaan Subdrain Sunggal sudah selesai dikerjakan di tahun 2024 lalu. Pembangunan drainase tersebut menggunakan box culvert berukuran 2x2 meter dengan panjang 1,5 kilometer.
Pemasangan box culvert merupakan salah satu upaya Pemko Medan untuk mengatasi masalah banjir di Kota Medan, yakni dengan mengalirkan air ke Sungai Baderah menuju Sungai Belawan. Diyakini, subdrain tersebut dapat mengatasi masalah banjir di seputaran kawasan Jalan Sunggal serta mengurai Sungai Bederah menuju ke pembuangan Sungai Belawan.
(map/han)