MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai program pemberdayaan tenaga kerja. Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan angka pengangguran terbuka di Kota Medan, khususnya di Medan Utara.
Selain menggelar job fair dan pelatihan rutin, Disnaker juga berencana untuk meluncurkan Pelatihan Keliling atau 'Mobile Training Unit' yang akan menjangkau berbagai wilayah, terutama di kawasan Medan Utara sebagai wilayah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Kota Medan.
“Rencananya tahun depan kita gelar. Saat ini sudah diusulkan dan mudah-mudahan bisa disetujui DPRD Medan dan Bapak Wali Kota. Jika disetujui, pelaksanaannya bisa langsung kita mulai,” ucap Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Illyan Chandra Simbolon, Minggu (3/8/2025).
Dikatakan Chandra, konsep pelatihan keliling ini hampir serupa dengan pelatihan yang selama ini digelar. Bedanya, pelatihan akan dilakukan langsung di tengah masyarakat, sehingga dapat menjangkau lebih banyak peserta dengan anggaran yang sama.
“Kalau sebelumnya peserta harus datang ke lokasi pelatihan dan dibagi berdasarkan bidang, kali ini petugas kita yang akan datang langsung membawa berbagai materi pelatihan. Lokasinya bisa disesuaikan, misalnya di kantor lurah, kecamatan, atau aula lainnya,” katanya.
Chandra juga menjelaskan bahwa Disnaker Medan telah menyiapkan 13 paket pelatihan yang terdiri dari 10 paket bidang Teknologi Informasi (IT), barista kopi, barbershop (pangkas rambut), dan desain grafis. Program ini dirancang agar dapat dilaksanakan hingga tiga minggu per bulan.
Dengan program ini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah pencari kerja yang memperoleh pelatihan. Selain keterampilan praktis, peserta juga akan mendapatkan sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan.
“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan (upskilling), tetapi juga memberikan sertifikat yang dapat menjadi bekal saat melamar pekerjaan. Kami juga akan membantu memfasilitasi jika ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” tutur Chandra.
Bagi peserta yang memilih jalur wirausaha, pelatihan ini juga diharapkan mampu menambah wawasan dan meningkatkan daya saing usaha mereka di bidang masing-masing.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, mendorong Pemko Medan untuk terus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Medan. Salah satunya, melalui program pelatihan dan penyediaan lapangan kerja bagi warga Kota Medan yang berstatus sebagai pencari kerja.
Hadi Suhendra menilai, program pelatihan kerja yang saat ini digalakkan Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan sudah cukup baik.
Untuk itu, Hadi Suhendra yang merupakan Pimpinan DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar itu meminta Disnaker Kota Medan untuk terus meningkatkan program pelatihan kerja tersebut, khususnya di wilayah Medan Utara pada umumnya, dan Kecamatan Medan Belawan pada khususnya.
"Sebab angka pengangguran dan kemiskinan di Medan Belawan itu sangat tinggi. Untuk itu, warga Belawan pada khususnya dan warga Medan Utara pada umumnya sangat membutuhkan program pelatihan dan penyediaan lapangan kerja seperti ini," ujar wakil rakyat dari Dapil Medam II (Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan) itu.
Hadi Suhendra menyarankan, Disnaker Kota Medan dapat menyiapkan program serupa yang dikhususkan untuk warga Medan Utara, terlebih untuk warga Medan Belawan.
"Melihat tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di Belawan, maka Disnaker Medan layak menyiapkan program khusus bagi warga Belawan, yakni program pelatihan dan penyediaan lapangan kerja khusus bagi warga Belawan," pungkasnya.(map/han)
Editor : Johan Panjaitan