MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Menjelang datangnya musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mulai memperketat langkah antisipasi. Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, mengungkapkan pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah rawan longsor di provinsi ini berdasarkan frekuensi kejadian tiga tahun terakhir.
“Beberapa wilayah yang kami identifikasi antara lain jalur Medan–Berastagi, Siborongborong–Sidempuan, Siborongborong–Tapanuli Utara, Merek–Dairi, serta Gunungsitoli–Nias Barat. Lokasi-lokasi ini menjadi prioritas antisipasi,” jelas Tuahta, Selasa (8/10/2025) di Kantor Gubernur Sumut.
Hasil pemetaan tersebut, katanya, akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kepala daerah dan BPBD kabupaten/kota se-Sumut, untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di musim hujan.
Dalam rapat itu, Tuahta juga akan menegaskan pentingnya pemerintah daerah menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan bencana yang mengatur kegiatan masyarakat di wilayah rawan longsor dan banjir.
“Instruksi gubernur sudah ada, tapi kami minta kabupaten/kota menindaklanjutinya dengan bukti surat edaran resmi,” tegasnya.
BPBD Sumut mencatat, beberapa kabupaten/kota di sekitar Danau Toba telah menetapkan status tanggap darurat. Hal ini memungkinkan daerah tersebut untuk meminta dukungan langsung dari provinsi maupun pusat.
“Masih ada daerah yang ragu menetapkan status tanggap darurat, padahal SK itu penting agar penanganan bencana bisa cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
Untuk memperkuat respon cepat, BPBD Sumut juga memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sistem komunikasi di seluruh daerah.
“Kami punya Pusdalops dengan call center 0811 6221 733 yang aktif 24 jam. Informasi bencana langsung diteruskan ke provinsi hingga BNPB,” jelasnya.
Sebagai contoh, Tuahta menuturkan, saat kebakaran hutan melanda Padang Lawas, BPBD Sumut berhasil mengirim personel lengkap dengan peralatan dalam waktu kurang dari 48 jam.
“BPBD Sumut harus menjadi super power dalam penanggulangan bencana — siap siaga, cepat tanggap, dan selalu berdampingan dengan daerah,” pungkasnya.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan