MEDAN, SUMUT POS- Aktivitas jual beli di kawasan Pasar Petisah Medan terganggu akibat pemadaman listrik yang terjadi pada Sabtu (15/11/2025) sekitar Pukul 09.00 WIB. Alhasil, pemadaman yang diklaim sebagai pemeliharaan rutin oleh PLN ini berdampak buruk pada turunnya omset pedagang yang seharusnya memuncak di akhir pekan.
Ketua Macan Asia Indonesia (MAI) Kota Medan, Suwarno, menyoroti ketidaksigapan Kepala Pasar Petisah II, Bananda Suandi dalam mengantisipasi peristiwa ini.
"Pemadaman lampu terjadi sekitar Pukul 09.00 WIB, disaat pembeli sedang ramai-ramainya. Pemadaman terjadi sekitar setengah jam lebih, lalu kembali menyala di sebagian pasar. Kondisi ini menyebabkan kerugian bagi para pedagang," ucap Suwarno, Sabtu (15/11/2025).
Menurut Suwarno, pemeliharaan listrik yang sudah terjadwal oleh PLN seharusnya direspon cepat oleh PUD Pasar Kota Medan melalui Kepala Pasar Petisah dengan penyediaan fasilitas cadangan, bukan hanya sekadar pemberitahuan kepada para pedagang.
"Banyak kalangan pedagang yang menyampaikan keluhan kepada kami. Jika sudah tahu ada pemeliharaan rutin, seharusnya selaku pengelola pasar Kepala Pasar Petisah II melakukan antisipasi dengan menyediakan genset," ujarnya.
Akibatnya, lanjut Suwarno, banyak pedagang terpaksa berjualan dengan penerangan seadanya, bahkan sebahagian besar harus berdagang dengan kondisi gelap-gulita.
"Kondisi ini jelas-jelas merugikan pedagang karena banyak pembeli tidak mau turun ke pasar yang berada di basement tersebut akibat kondisi yang gelap gulita. Pembeli yang sudah sempat turun ke basement pun memilih keluar dan tidak jadi berbelanja," beber Suwarno.
Diterangkan Suwarno, pemadaman listrik memang tidak bisa terhindarkan, tetapi kelalaian dalam mitigasi menunjukkan kurangnya kepedulian pengelola terhadap nasib pedagang yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas jual beli di pasar tersebut.
"Ini kan merugikan pedagang, seharusnya di awal dipersiapkan antisipasinya, bukan malah cuma sekadar memberi tahu ada pemeliharaan, tetapi tidak dipersiapkan langkah mengatasinya," tegas Suwarno.
Kekecewaan ini turut diamini oleh salah seorang pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia mengeluhkan omsetnya yang menukik tajam akibat tidak adanya pembeli dalam kondisi lampu padam. Padahal biasanya, pembeli di Pasar Petisah cukup ramai di akhir pekan (Sabtu dan Minggu).
"Bagaimana mau jualan gelap-gelapan gini? Jelas kami pedagang terganggu sekali. Maunya kalau sudah diberitahu akan ada pemadaman, Kepala Pasar siapkan lah genset atau solusi lain supaya kami tidak gelap-gelapan seperti ini, supaya pembeli pun mau datang berbelanja," ungkap pedagang tersebut. (map/ram)
Editor : Juli Rambe