MEDAN, SUMUT POS- Banjir besar yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025, mulai surut di sebahagian besar wilayah. Dari 19 kecamatan di Kota Medan yang diterjang banjir, hanya wilayah Medan Utara (Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Belawan, dan Medan Deli) yang masih tergenang.
"Dari 21 kecamatan di Kota Medan, 19 kecamatan diantaranya tergenang banjir pada 27 November kemarin. Hanya kecamatan Medan Perjuangan dan Medan Area yang aman dari banjir. Tapi alhamdulillah, saat ini banjir yang tersisa tinggal di wilayah Medan Utara," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari kepada Sumut Pos, Sabtu (29/11/2025).
Dikatakan Yunita, pihaknya baru saja selesai melakukan update data jumlah rumah, jumlah Kepala Keluarga, dan jumlah jiwa yang terdampak banjir di Kota Medan pada Jumat (28/11/2025) petang. Pendataan itu dilakukan, setelah tim BPBD Kota Medan berjibaku melakukan evakuasi dan pertolongan kepada warga yang terdampak.
"Dari 19 kecamatan di Kota Medan yang diterjang banjir, total ada 7.402 rumah, 9.225 kepala keluarga (KK), dan 29.364 jiwa yang terdampak. Data ini baru bisa kita update kemarin petang, sebab petugas kita semuanya berjibaku di lapangan untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada warga," ujarnya.
Selanjutnya, kata Yunita, total ada 645 warga yang berhasil dievakuasi dari rumahnya yang tergenang air cukup tinggi. Evakuasi dilakukan secara terus menerus sejak Rabu (27/11/2025) dinihari hingga Kamis (28/11/2025) malam.
"Data ini akan terus kita update, sampai situasi banjir ini benar-benar selesai," katanya.
Yunita menjelaskan, tidak semua warga yang terjebak banjir bisa dievakuasi dengan segera. Pasalnya, permintaan evakuasi terbilang sangat tinggi. Sementara, jumlah anggota tim dan peralatan yang ada cukup terbatas.
"Saat banjir permintaan evakuasi itu sangat tinggi, sementara tim dan peralatan cukup terbatas, medannya juga tidak semua dapat dijangkau dengan cepat. Kita bersama basarnas, kecamatan, kelurahan, dibantu rekan-rekan dari TNI/Polri terus melakukan evakuasi, 24 jam sehari, tidak berhenti. Personel kita banyak yang kelelahan, tapi mereka terus bekerja. Sesuai instruksi Pak Wali, petugas harus cepat tanggap di lapangan," ungkapnya.
Diterangkan Yunita, total ada 1.839 jiwa yang mengungsi saat banjir terjadi. Namun saat ini, sebahagian besar pengungsi sudah kembali ke rumah karena banjir yang telah surut. Kebanyakan warga mengungsi di masjid-masjid, hingga kantor-kantor kecamatan dan kelurahan.
"Tinggal yang di Medan Utara, itu masih cukup banyak yang mengungsi karena rumah-rumah disana masih tergenang. Itupun sebahagian, sebahagian lainnya sudah surut dan pengungsi sudah kembali ke rumahnya. Lalu tidak semua pengungsi tinggal di tempat pengungsian, banyak juga yang menginap di rumah sanak keluarga yang rumahnya aman dari banjir," katanya.
Saat ini, sambung Yunita, Pemko Medan tengah berfokus pada penanganan banjir yang masih terjadi di wilayah Medan Utara.
"Untuk yang masih perlu dievakuasi, kita akan terus lakukan evakuasi. Posko dan dapur-dapur umum di lokasi banjir terus dibuka untuk dapat memenuhi kebutuhan warga. Bapak Wali Kota Medan hari ini juga ke Medan Utara untuk meninjau banjir dan menekankan upaya-upaya penanganan yang akan dilakukan," pungkasnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe