Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

KRI Bima Suci di Belawan, Rico Waas Sebut Momentum Emas Diplomasi Indonesia

Johan Panjaitan • Minggu, 5 April 2026 | 13:25 WIB
APRESIASI: Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas kunjungan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci ke Kota Medan dalam rangkaian pelayaran internasional sekaligus persiapan menuju ajang APSG 2026. (IKHSAN/SUMUT POS)
APRESIASI: Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas kunjungan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci ke Kota Medan dalam rangkaian pelayaran internasional sekaligus persiapan menuju ajang APSG 2026. (IKHSAN/SUMUT POS)

 

BELAWAN, Sumutpos.jawapos.com-Kehadiran KRI Bima Suci di Pelabuhan Ujung Baru Belawan tidak sekadar menjadi agenda pelayaran rutin. Bagi Rico Tri Putra Bayu Waas, momentum ini merupakan peluang strategis untuk memperkuat citra Indonesia di mata dunia melalui diplomasi maritim yang humanis dan berkelanjutan.

Dalam rangkaian pelayaran internasional menuju ASEAN Plus Cadet Sail 2026, kapal layar kebanggaan TNI Angkatan Laut tersebut membawa lebih dari sekadar misi pelatihan. Ia menjadi simbol kehadiran Indonesia sebagai bangsa maritim yang terbuka, bersahabat, dan siap berkolaborasi di panggung global.

“KRI Bima Suci ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga representasi wajah Indonesia. Kapal ini memberi pengalaman berharga bagi para taruna dari berbagai negara,” ujar Rico, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga: KRI Bima Suci Merapat di Belawan, Indonesia Tebar Diplomasi Maritim ke Dunia

Menurutnya, kehadiran para kadet internasional membuka ruang interaksi lintas budaya yang bernilai strategis. Apa yang mereka lihat dan rasakan di Medan akan menjadi cerita yang dibawa pulang—membentuk persepsi global tentang Indonesia, khususnya Kota Medan.

Karena itu, Pemerintah Kota Medan berkomitmen menghadirkan pengalaman terbaik bagi para tamu internasional. Rico menekankan pentingnya membangun kesan hangat, ramah, dan penuh persaudaraan sebagai bagian dari diplomasi budaya.

“Kita ingin mereka merasakan bahwa Medan adalah kota yang terbuka dan bersahabat. Pengalaman ini akan mereka bawa ke dunia,” katanya.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan berjalan lancar. Dengan dukungan berbagai pihak, Medan dinilai siap menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga berkesan secara emosional.

Dalam memperkenalkan wajah kota, Rico merekomendasikan sejumlah destinasi ikonik, seperti Istana Maimun, Museum Tjong A Fie, Masjid Raya Al-Mashun, hingga Lapangan Merdeka Medan. Ruang-ruang tersebut dinilai mampu merepresentasikan kekayaan sejarah, budaya, sekaligus dinamika modern kota.

Baca Juga: Rico Waas: Tawuran Belawan Tak Bisa Disapu Sekali Tuntas, Butuh Pendekatan Menyeluruh

Tak hanya itu, pendekatan informal juga disiapkan untuk mempererat hubungan. Pemerintah kota berencana menghadirkan kegiatan santai seperti nonton bareng, membuka ruang interaksi yang lebih cair antara taruna dan masyarakat.

“Interaksi sederhana seperti ini justru penting untuk membangun kedekatan dan rasa kebersamaan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar persinggahan, kunjungan KRI Bima Suci di Belawan menjadi cerminan bagaimana diplomasi modern dijalankan—tidak hanya melalui forum resmi, tetapi juga melalui sentuhan budaya, keramahan, dan pengalaman langsung.

Bagi Rico, inilah esensi diplomasi masa kini: membangun kepercayaan dan persahabatan melalui interaksi nyata, dengan Medan sebagai salah satu wajah Indonesia yang siap menyapa dunia.(san/han)

Editor : Johan Panjaitan
#asean plus kadet #Rico Waas #budaya #pemko medan