Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dikabarkan Meninggal di Media Sosial, Hadi Suhendra Tegaskan: Saya Sehat Walafiat

Johan Panjaitan • Senin, 1 Juni 2026 | 08:00 WIB
Wakil Ketua DPRD Medan, Hadi Suhendra. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Wakil Ketua DPRD Medan, Hadi Suhendra. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra SH angkat bicara terkait beredarnya informasi bohong di media sosial yang menyebut dirinya telah meninggal dunia. Politisi Partai Golkar yang juga dikenal sebagai tokoh Medan Utara itu memastikan kabar tersebut tidak benar dan menegaskan dirinya saat ini dalam kondisi sehat.

Pernyataan itu disampaikan Hadi Suhendra menyusul viralnya unggahan di media sosial yang menampilkan foto dirinya disertai ucapan belasungkawa layaknya pemberitahuan kematian seseorang.

"Alhamdulillah, saya sehat walafiat. Saya dalam kondisi yang sangat baik, sehat jasmani maupun rohani," kata Hadi Suhendra saat dihubungi Sumut Pos, Minggu (31/5/2026) malam.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Belawan tersebut mengaku tidak mengetahui motif di balik penyebaran informasi yang dinilainya menyesatkan dan tidak bertanggung jawab itu. Meski demikian, ia memilih merespons dengan tenang.

"Semoga yang menyebarkan kabar bohong tersebut juga dalam kondisi sehat walafiat," ujarnya.

Baca Juga: Stadion Teladan Resmi Jadi Venue Piala AFF U-19 2026, Pertandingan Digelar Tanpa Penonton Umum

Unggahan yang beredar di media sosial itu memuat foto Hadi Suhendra mengenakan seragam Pemuda Pancasila lengkap dengan atribut organisasi. Pada bagian gambar tertulis kalimat ucapan duka cita yang menyebut dirinya telah berpulang.

Dalam teks tersebut tertulis, “Turut Berduka Cita yang Mendalam atas Berpulangnya Bapak Hadi Suhendra. Semoga Amal Ibadah Almarhum Diterima di Sisi Allah SWT dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan.”

Meski pada bagian keterangan atau caption unggahan disebutkan bahwa yang dimaksud adalah “matinya jiwa dan rohani”, Hadi menilai penyajian informasi tersebut tetap berpotensi menyesatkan masyarakat karena menimbulkan persepsi bahwa dirinya benar-benar telah meninggal dunia.

Sebagai pejabat publik, Hadi mengaku terbuka terhadap kritik dan berbagai masukan dari masyarakat. Namun, menurutnya kritik harus disampaikan dengan cara yang sehat, beretika, dan tidak mengandung unsur kebohongan.

"Sejujurnya sebagai pejabat publik saya tidak anti kritik. Tetapi tolong sampaikan kritik dengan cara-cara yang sehat. Apa yang dilakukan ini jelas sangat jauh dari kritik yang sehat, tidak mendidik, dan sangat menyesatkan. Kita sangat menyayangkan hal ini," tegasnya.

Baca Juga: Fajar/Fikri Gagal Rebut Gelar Singapore Open 2026, Takluk dari Ganda Putra India di Final

Terkait kemungkinan menempuh jalur hukum atas penyebaran informasi tersebut, Hadi mengatakan pihaknya masih melakukan kajian dan pembahasan lebih lanjut.

"Soal langkah hukum, saat ini masih kami diskusikan dan pelajari. Namun yang pasti, kami sangat menolak keras tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab seperti ini," katanya.

Pantauan Sumut Pos pada Minggu malam menunjukkan unggahan tersebut berasal dari akun TikTok bernama “Cerita Belawan”. Selain memuat foto Hadi Suhendra dengan narasi duka cita, akun itu juga menuliskan kalimat yang memicu beragam respons dari pengguna media sosial.

Di tengah ramainya perbincangan, sejumlah warganet justru mengingatkan pentingnya bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Salah satu komentar yang mendapat perhatian datang dari akun bernama ryy$ TRANS yang menulis, “Jangan menyebarkan berita hoax ya. Bijaklah dalam bersosial media. Terimakasih.”

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa ruang digital harus digunakan secara bertanggung jawab. Di tengah derasnya arus informasi, verifikasi dan etika bermedia sosial menjadi hal penting agar masyarakat tidak mudah terjebak pada kabar bohong yang dapat merugikan banyak pihak. (map/han)

Editor : Johan Panjaitan
#hoaks #Hadi Suhendra #partai golkar #media sosial #dprd kota medan