MEDAN, Sumutpos.jawapos.com- Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, sejumlah unit kerja PTPN IV PalmCo menggelar zikir dan salawat bersama sebagai bentuk refleksi spiritual sekaligus penguatan kepedulian sosial. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Munthada Solihin, Jambi, itu diikuti karyawan perusahaan bersama masyarakat sekitar.
Tak hanya menjadi momentum keagamaan, peringatan tahun baru Islam tersebut juga diwujudkan dalam aksi nyata melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Hingga pertengahan tahun 2026, program ini telah menyentuh lebih dari 1.000 penerima manfaat, terdiri dari anak yatim dan kaum dhuafa di berbagai wilayah operasional perusahaan.
Selain bantuan sosial, PTPN IV PalmCo juga menyalurkan dukungan untuk renovasi 16 masjid dan musala yang tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Sumatera Selatan, Jambi, Rokan Hulu, Labuhan Batu, Aceh, hingga Lampung. Bantuan tersebut mencakup perbaikan fasilitas ibadah, pembangunan sanitasi, ruang wudhu, hingga pengadaan sarana penunjang seperti AC dan MCK.
Baca Juga: Hyundai New CRETA Hadirkan Kenyamanan dan Teknologi Modern untuk Mobilitas Warga Medan
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa perusahaan berupaya menyelaraskan antara aktivitas operasional, penguatan spiritual karyawan, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Zikir bersama yang diadakan di beberapa unit, termasuk di Jambi, merupakan refleksi internal untuk meningkatkan kinerja sekaligus kepedulian sosial. "Perusahaan memiliki tanggung jawab memastikan bahwa keberadaan kami di daerah mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga," ujar Jatmiko, Kamis (18/6/2026).
Jatmiko menambahkan, program TJSL difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera serta perbaikan fasilitas rumah ibadah yang mendesak, sesuai hasil evaluasi lapangan di wilayah operasional perusahaan.
“Banyak fasilitas ibadah yang membutuhkan perbaikan seperti sanitasi dan ruang wudhu, sementara panti asuhan juga memerlukan dukungan operasional. Karena itu, program kami arahkan agar tepat sasaran dan berdampak langsung,” kata Jatmiko.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui berbagai program, seperti santunan tunai untuk anak yatim dan dhuafa, distribusi paket sembako, serta penyaluran beras SPHP di wilayah Sumatera Selatan hingga Jambi. Di sektor infrastruktur, bantuan disalurkan secara partisipatif dengan melibatkan pengurus rumah ibadah dan perangkat desa setempat agar sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.
Sementara pada infrastruktur keagamaan, bantuan didistribusikan kepada 16 masjid dan musala yang tersebar di wilayah operasional perusahaan, termasuk di Rokan Hulu, Labuhan Batu, Aceh, hingga Lampung. Bentuk bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah ibadah, meliputi pembangunan menara masjid, perbaikan atap, pengadaan fasilitas pendingin ruangan (AC), serta pembangunan fasilitas MCK.
Jatmiko K. Santosa menegaskan bahwa pendekatan program dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pengurus rumah ibadah dan perangkat desa setempat.
."Kami tidak hanya menyerahkan bantuan dalam bentuk anggaran, tetapi memastikan peruntukannya sesuai dengan urgensi di lapangan. Kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan perangkat dusun menjadi kunci agar program ini tepat sasaran dan memiliki keberlanjutan dampak," imbuh Jatmiko.
Baca Juga: Bobby Nasution: Jangan Hentikan Program MBG, Hentikan Korupsi dan Penyelewengannya
Pengurus Masjid Baiturrahman, H Nurhamid, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan PTPN IV. Menurutnya, pembangunan fasilitas toilet dan tempat wudhu merupakan kebutuhan mendesak bagi jamaah.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga pembangunan dapat segera diselesaikan dan memberikan kenyamanan bagi para jamaah,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dusun Talang Merindu, Hendi, juga menyampaikan dukungannya terhadap sinergi antara perusahaan perkebunan milik pemerintah ini dengan masyarakat. Diharap kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.
"Saya senang Kebun Bunut dan masyarakat saling bantu dalam beribadah," katanya.
Di sisi lain, bantuan operasional juga disalurkan ke sejumlah lembaga sosial anak yatim. Pada Mei 2026 lalu, bantuan untuk operasional panti asuhan yang menaungi 25 anak yatim piatu langsung diserahkan oleh perwakilan staf PTPN IV, Hasan Samik, kepada H. Een Zainudin selaku pengurus Panti Asuhan Darul Aitam di hadapan anak-anak panti. Bantuan langsung digunakan untuk membayar biaya listrik dan air ledeng yang memang sudah waktunya untuk dibayarkan.
Kontinuitas program TJSL ini juga dirasakan oleh panti asuhan di wilayah luar Sumatera. Pengasuh Panti Asuhan Hidayatullah Pontianak, Arif Hartono, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu aktivitas pengasuhan anak-anak asuh. (ila)