MEDAN, SUMUT POS- Hujan deras yang terjadi pada Rabu (2/9/2026) siang hingga malam, membuat sejumlah ruas jalan di Kota Medan tergenang air.
Meskipun begitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menegaskan bahwa genangan masih terkendali dan tidak sampai masuk ke permukiman warga.
"Tadi (Rabu) malam yang tergenang itu hanya beberapa ruas jalan, pagi tadi kondisinya sudah surut. Sampai siang ini kita belum ada menerima laporan banjir dari pihak kecamatan, tidak ada juga permintaan evakuasi, semua masih aman dan terkendali," ucap Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari kepada Sumut Pos, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Di Sidang Pledoi, Dirut PT PASU Minta Bebas: Ini Sengketa Perdata Bukan Korupsi
Dikatakan Yunita, sebelumnya pihak BMKG telah memberikan peringatan dini. Dijelaskan dalam peringatan itu bahwa Sumatera Utara berpotensi hujan deras hingga sangat deras pada 2 September dan hujan sedang hingga hujan deras pada 3 September 2026.
"Alhamdulillah, kemarin yang terjadi hanya hujan di kota. Sementara di kawasan Sibolangit, itu terpantau hanya gerimis saja," ujarnya.
Meskipun begitu, Yunita mengatakan bahwa gerimis di kawasan Sibolangit dan hujan kota sudah cukup membuat permukaan aliran Sungai Deli di Kota Medan mengalami kenaikan hingga 1,5 meter.
"Makanya kepada masyarakat yang tinggal di kawasan aliran sungai kita imbau untuk lebih waspada, apalagi kalau di pegunungan terjadi hujan deras. Saat ini, petugas kita di lapangan terus memantau permukaan sungai-sungai di Kota Medan. Bila terjadi kenaikan, mereka akan memberikan laporan sehingga kita bisa bergerak cepat untuk masyarakat," katanya.
Saat ini, sambung Yunita, BPBD Kota Medan fokus pada daerah-daerah rawan banjir di Kota Medan. Mengingat pada Kamis (3/9/2026) pagi hingga siang, hujan masih terus menggugur Kota Medan.
"Selain memantau sungai, petugas kita juga terus melakukan monitoring daerah rawan bencana seperti di Medan Maimun, Medan Johor, Medan Helvetia dan beberapa kawasan di Medan Utara. Khusus untuk Medan Utara, rob diprediksi masih terjadi sampai hari ini," pungkasnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe