MEDAN, SUMUT POS- Hujan deras yang mengguyur Kota Medan pada Rabu (9/9/2026) malam kembali menyebabkan sejumlah kawasan di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, terendam banjir.
Hingga Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, genangan air masih terlihat di sejumlah titik, termasuk kawasan Jalan Rawe dan permukiman warga di Perumahan Griya Martubung.
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah warga terpaksa tetap berada di dalam rumah untuk membersihkan dan menguras air yang masuk ke dalam bangunan tempat tinggal mereka.
Baca Juga: Hujan Deras Genangi Kawasan Industri Medan II, Aktivitas Pekerja Terganggu
Bagi warga Martubung, banjir bukan lagi persoalan baru. Genangan air yang muncul setiap kali hujan dengan intensitas tinggi membuat masyarakat harus kembali menghadapi kondisi yang sama.
Di tengah genangan tersebut, sejumlah anak-anak bahkan terlihat memanfaatkan banjir sebagai wahana bermain. Namun, bagi warga yang rumahnya terdampak langsung, kondisi tersebut justru menjadi persoalan yang melelahkan karena harus berulang kali membersihkan rumah dari air.
Salah seorang warga Perumahan Griya Martubung, Wawan, mengaku sudah merasa bosan menghadapi banjir yang terus berulang di kawasan tempat tinggalnya.
Ia mengatakan, setiap kali banjir terjadi, dirinya harus kembali membersihkan air yang masuk ke dalam rumah.
“Bosan juga setiap hujan deras harus begini lagi. Air masuk ke rumah, kemudian harus dibersihkan lagi,” ujar Wawan.
Menurutnya, kondisi banjir yang tak kunjung surut juga membuat dirinya mulai mempertimbangkan untuk mengungsi sementara apabila genangan masih bertahan hingga malam hari.
Wawan mengatakan, jika kondisi tersebut tidak segera membaik, dirinya berencana membawa keluarga mengungsi ke rumah sanak saudaranya di kawasan Medan Johor.
“Kalau sampai malam ini airnya belum surut, mungkin saya mengungsi dulu ke tempat saudara di Medan Johor,” katanya.
Warga berharap persoalan banjir yang selama ini menjadi langganan di kawasan Martubung mendapat perhatian serius dari pemerintah. Sebab, genangan tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi merusak barang-barang dan perabotan rumah tangga yang terkena air.
Kawasan Perumahan Griya Martubung sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang kerap terdampak banjir. Kondisi geografis kawasan yang relatif rendah dan berbentuk cekungan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat air mudah menggenang.
Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi salah satu titik yang menerima aliran air dari sejumlah wilayah lain di Kecamatan Medan Labuhan. Ketika hujan deras berlangsung dalam waktu cukup lama, debit air yang masuk menjadi lebih besar sehingga saluran tidak mampu mengalirkannya dengan cepat.
Akibatnya, air kemudian meluap dan menggenangi badan jalan hingga masuk ke kawasan permukiman warga.
Hingga Kamis siang, warga masih melakukan aktivitas seperti biasa dengan kondisi genangan air yang belum sepenuhnya surut. Mereka berharap hujan tidak kembali turun dengan intensitas tinggi agar genangan dapat segera berkurang.
Warga juga berharap penanganan persoalan banjir di Martubung tidak hanya dilakukan ketika genangan sudah terjadi, tetapi melalui pembenahan sistem drainase dan pengelolaan aliran air secara menyeluruh agar banjir tidak terus menjadi persoalan berulang setiap musim hujan. (san/ram)
Editor : Juli Rambe