MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung selama tiga hari, 25–27 Oktober 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, petir, dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah dan memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Budi Hutasoit, menyampaikan peringatan tersebut kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (25/10).
Ia menjelaskan, potensi peningkatan curah hujan dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer, di antaranya gelombang Equatorial Rossby dan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berdampak terhadap wilayah Sumut. Kondisi atmosfer yang labil turut mendukung pertumbuhan awan hujan.
Baca Juga: Kolaborasi Polres-BNN Binjai Razia Kos-kosan, Ada Pria 58 Tahun Positif Narkoba
Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Malaka dan Samudra Hindia barat Sumatera masih relatif hangat. Kelembapan udara yang tinggi di berbagai lapisan atmosfer juga menambah pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan.
“Adanya konvergensi dan belokan angin juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Utara. Sedangkan untuk suhu udara diperkirakan berkisar 15–32 derajat Celsius,” ujar Budi.
Atas kondisi tersebut, masyarakat di wilayah pantai timur, pantai barat, pegunungan, serta lereng timur dan barat Sumut diminta mewaspadai potensi hujan ringan hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Budi mengingatkan, cuaca ekstrem bukan hanya berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan risiko bencana, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.
Sejumlah Daerah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Berdasarkan data peringatan dini BBMKG Wilayah I Medan, pada Minggu (25/10), hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di 25 kabupaten/kota.
Wilayah tersebut meliputi Asahan, Batubara, Deliserdang, Binjai, Kota Gunungsitoli, Medan, Padangsidimpuan, Pematangsiantar, Sibolga, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Labuhanbatu Utara (Labura), Langkat, Mandailing Natal (Madina), Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padanglawas (Palas), Padanglawas Utara (Paluta), Samosir, Serdangbedagai (Sergai), Simalungun, dan Toba.
Baca Juga: Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Lingkungan, Muslim Harahap Ajak Warga Medan Perkuat Silaturahmi
Sementara itu, pada Senin (26/10), potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan melanda Asahan, Deliserdang, Karo, Binjai, Medan, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labusel, Labura, Langkat, Paluta, Sergai, Simalungun, Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Utara (Taput), dan Toba.
Adapun pada Selasa (27/10), potensi cuaca serupa masih perlu diwaspadai di Asahan, Batubara, Deliserdang, Medan, Labuhanbatu, Labusel, Labura, Langkat, Sergai, Simalungun, dan Toba.
Tak hanya hujan sedang hingga lebat, sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada Minggu (25/10). Daerah yang masuk dalam peringatan tersebut adalah Dairi, Humbang Hasundutan (Humbahas), Karo, Pakpak Bharat, Tapsel, Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Taput.
Untuk kategori hujan lebat hingga sangat lebat, BBMKG mencatat tidak ada wilayah yang masuk dalam peringatan pada 26–27 Oktober 2026.
Angin Kencang Juga Mengintai
Selain hujan lebat, potensi angin kencang turut menjadi perhatian. Pada Minggu (25/10), kondisi tersebut diprakirakan terjadi di Dairi, Humbahas, Karo, Pakpak Bharat, Tapsel, Tapteng, Taput, Deliserdang, Gunungsitoli, Padangsidimpuan, Pematangsiantar, Sibolga, Labura, Langkat, dan Madina.
Pada Senin (26/10), potensi angin kencang diprakirakan melanda Medan, Labuhanbatu, Labusel, Paluta, Sergai, Simalungun, Tapsel, dan Toba.
Baca Juga: Ingin Berat Badan Turun Tanpa Berhenti Ngemil? Coba Camilan 80 Kalori Ini
Sementara pada Selasa (27/10), wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang meliputi Karo, Simalungun, Langkat, Medan, dan Deliserdang.
Dengan potensi cuaca buruk yang dapat berubah dan berdampak berbeda di setiap daerah, masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Warga juga perlu menghindari aktivitas di lokasi rawan banjir dan longsor serta meningkatkan kewaspadaan saat hujan lebat dan angin kencang berlangsung.(dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan